Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 12:55 WIB

Di Acara Forum Smart City Nasional di Yogya, Dirjen Komdigi Minta Maaf Distribusi Digital Masih Terfokus di Pulau Jawa

Author

Acara Smart City Business Matchmaking, Rapat Koordinasi Nasional Dinas Kominfo, dan Forum Smart City Nasional di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (27/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Mira Tayyiba, menyampaikan permohonan maaf atas distribusi transformasi digital nasional yang hingga kini masih terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa.

Hal ini ia sampaikan dalam kunjungannya ke acara Smart City Business Matchmaking, Rapat Koordinasi Nasional Dinas Kominfo, dan Forum Smart City Nasional di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (27/8/2025).

"Kami dari Komidigi mohon maaf distribusinya tidak merata, memang masih berfokusnya di Pulau Jawa, karena mungkin infrastrukturnya memang masih di situ, jadi kita fokus disitu," ujar Mira.

Meski demikian,Mira menjelaskan bahwa Komdigi melalui Direktorat Teknologi Pemerintah Digital memiliki dua misi utama, yakni mendukung pelayanan publik melalui penyediaan infrastruktur digital dan mempercepat adopsi teknologi digital di instansi pemerintah, termasuk daerah.

Baca juga: Normalisasi Sungai Code Dimulai, Pemkot Yogyakarta Targetkan Jadi RTH dan Destinasi Wisata

Salah satu bentuk kontribusi nyata adalah pengelolaan Pusat Data Nasional (PDN) serta fasilitasi pertukaran data antarinstansi. Ia menyebut pendekatan baru yang berbasis user centric akan mulai diterapkan, sehingga masyarakat cukup mengisi data satu kali untuk berbagai layanan pemerintah.

"Selama ini masyarakat harus terus mengisi data di tiap layanan, karena tiap instansi minta ulang. Sekarang kami balik. Masyarakat hanya perlu masukkan data satu kali. Di belakang, kami fasilitasi pertukaran datanya,” jelasnya.

Mira juga memaparkan indeks transformasi digital nasional yang masih berada di angka mendekati 50. Meskipun aspek adopsi teknologi digital di pemerintahan cukup baik, tantangan utama tetap pada pemerataan dan kolaborasi pusat-daerah.

Bukan berarti pusat lebih tahu. Justru banyak inovasi menarik dari daerah yang kami acknowledge. Forum seperti ini jadi tempat kita saling mengisi,” katanya.

Mira menambahkan, program strategis Komdigi lainnya antara lain pengembangan sistem penghubung layanan pemerintah, layanan email resmi mail.go.id, serta pengelolaan nama domain pemerintahan. Dalam hal ini, lanjut Mira, bahwa Komdigi terus menerima permintaan dari instansi untuk pengelolaan domain digital.

Baca juga: Selama Periode Juli 2025, Kereta Daop 6 Yogya Capai Urutan Pertama Paling Banyak WNA, Naik 77 Persen

Untuk mendukung percepatan transformasi digital di daerah tersebut, Komdigi saat ini tengah menyiapkan program pendampingan, penyusunan master plan, hingga standarisasi teknologi.

"Sinergi pusat dan daerah adalah kunci. Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Kami menyusun standar, dan Bapak-Ibu di daerah mengimplementasikan. Itulah wujud kolaborasi digital untuk pelayanan publik yang lebih baik,” pungkas Mira.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU