Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 19 MEI 2026 • 18:35 WIB

Fakta Baru Kasus 11 Bayi di Pakem Sleman : Polisi Selidiki Dugaan Jual Beli dan Adopsi Ilegal

Fakta Baru Kasus 11 Bayi di Pakem Sleman : Polisi Selidiki Dugaan Jual Beli dan Adopsi IlegalKasat Reskrim Polres Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kasus penemuan 11 bayi di sebuah rumah dinas di wilayah Pakem, Sleman, masih terus didalami Polres Sleman. Polisi kini menyelidiki dugaan pelanggaran hukum, termasuk kemungkinan adanya praktik adopsi ilegal maupun jual beli bayi yang melibatkan oknum bidan.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari Dinas Sosial hingga Dinas Kesehatan.

"Untuk 11 bayi itu kita luruskan dulu ya, kemarin kita melakukan upaya itu bukan berarti untuk hal-hal lain. Prioritas utama kita adalah keselamatan dan kesehatan bayi," ujarnya kepada wartawan, pada Senin (18/5/2026).

Menurutnya, evakuasi dilakukan karena kondisi bayi membutuhkan penanganan dan pendampingan kesehatan yang lebih layak.

"Di tempat itu kalau untuk 11 anak itu mungkin menurut kami dan pendampingan dari ahli kesehatan atau pihak kesehatan kan belum ada. Sehingga kami berupaya untuk menyelamatkan dulu dan sekarang dirawat dengan baik di Dinsos," katanya.

Meski begitu, polisi memastikan para orang tua bayi tetap diberikan akses untuk bertemu anak-anak mereka.

"Terhadap orang tuanya pun kita akan memberikan space untuk menengok ataupun memberi hak-hak anak tersebut, tentunya dengan pendampingan atau assessment dari Dinsos," katanya.

Dalam proses evakuasi, polisi menemukan tiga bayi mengalami gangguan kesehatan. Di antaranya sakit kuning, hernia, dan penyakit jantung bawaan.

"Ada tiga yang memiliki gangguan kesehatan seperti sakit kuning, sakit hernia dan jantung bawaan. Saat itu dari pengasuh belum bisa mendeteksi hal tersebut," ungkap Wiwit.

Ia mengatakan kondisi kesehatan bayi baru diketahui setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan medis.

"Setelah kita evakuasi baru kita mendapatkan bahwa ada gangguan kesehatannya sehingga langsung kita upayakan kesehatan itu pulih dan sekarang sudah pulih dan normal. Untuk yang kena sakit jantung pun sudah bersama ibunya tapi tetap di Dinsos," jelasnya.

Terkait dugaan penelantaran maupun salah urus terhadap bayi-bayi tersebut, polisi belum mengambil kesimpulan.

"Itu masih dalam pembahasan dari semua yang memiliki kompetensi untuk mengatakan itu ya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan yang lainnya," katanya.

Pihaknya juga masih mendalami dugaan adanya praktik adopsi ilegal maupun jual beli bayi dalam kasus tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta Baru Kasus 11 Bayi di Pakem Sleman : Polisi Selidiki Dugaan Jual Beli dan Adopsi Ilegal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!