Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 17 MEI 2026 • 18:50 WIB

Idul Adha 2026: Intip Uniknya Domba Texel Silang Australia 'Mata Bule' di Lapak Kurban Area Makam Trah HB II dijual Rp 5 Jutaan

Idul Adha 2026: Intip Uniknya Domba Texel Silang Australia Mata Bule di Lapak Kurban Area Makam Trah HB II dijual Rp 5 JutaanPotret hewan ternak milik JMD Farm yang memanfaatkan lahan di depan Makam Trah Pudjaningsihan Hamengku Buwono (HB) II, Jalan Pramuka, Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, geliat perdagangan kambing dan domba mulai tampak di sejumlah sudut Kota Yogyakarta. Salah satu yang menarik perhatian adalah lapak JMD Farm yang memanfaatkan lahan di depan Makam Trah Pudjaningsihan Hamengku Buwono (HB) II, Jalan Pramuka, Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Lapak musiman yang digawangi oleh Bambang ini rupanya bukan sekadar pedagang dadakan. JMD Farm tercatat sudah melegenda dan konsisten membuka lapak di lokasi tersebut selama dua dekade terakhir. Lapak ini hanya menjual ternak jenis domba kambing/kambing domba.

Juru Kunci Yakni Simbahnya

Bambang mengatakan bahwa latar belakang pemilihan lokasi di depan makam bersejarah ini tidak lepas dari hubungan silsilah keluarganya. Sang kakek merupakan juru kunci di makam trah tersebut, sehingga pihak keluarga mendapatkan restu dari ahli waris untuk berjualan setiap tahunnya.

"Ini kan kebetulan juru kuncinya sini kan simbah saya. Jadinya sama ahli waris ini kan boleh ngga apa-apa jualan kambing setiap tahun yang penting bersih lagi kembali semula gitu lho," ujarnya, saat ditemui dilokasi, Minggu (17/5/2026).

Ia menepis anggapan bahwa pemilihan lokasi ini karena dampak dari semakin terbatasnya lahan terbuka di kawasan perkotaan Yogyakarta. Bagi Bambang, lokasi ini sudah menjadi jujukan tahunan yang melekat dengan usaha harian kelompok taninya.

"Enggak, ini kan udah dari dulu tuh 20 tahunan lebih toh jualan sini setiap tahunnya. Harianya kan nyediain buat aqiqahan lho. Jadi setiap harinya itu punya kambing di belakang, aqiqahan atau buat selametan gitu. Setiap harinya punya kambing," jelasnya.

Penjualan Landai, Didominasi Pembeli Pihak Sekolah

Untuk musim kurban tahun ini, Bambang mengaku baru resmi membuka lapak di Jalan Pramuka sejak hari Jumat minggu ini. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, grafik permintaan saat ini dirasakan masih cukup landai. Pembeli yang datang mayoritas baru sekadar melakukan survei harga.

"Ini masih landai. Cuman tanya-tanya dulu itu lho. Jadi adanya meningkat atau tidaknya belum kelihatan. Ini kan masih 15 harinan toh, jadi belum kelihatan. Tapi ini udah terjual 40-an lebih," katanya.

Bambang membandingkan dengan performa penjualan tahun lalu yang jauh lebih masif pada pekan-pekan awal pembukaan lapak.

"Tahun lalu sekitar 170 (dalam satu minggu). Habis semuanya. Tahun ini baru ngadep 110-an, baru laku 40-an," ungkapnya.

Bambang menyebut, ebanyak 40 ekor kambing yang sudah mengantongi nota penjualan tersebut mayoritas dipesan oleh masyarakat dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya seputaran Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Selain segmen keluarga, langganan tetap JMD Farm berasal dari instansi pendidikan atau sekolah-sekolah yang rutin menyembelih hewan kurban dalam jumlah banyak.

"Rata-rata pembeli yang sudah keluarga. Ya kalo terakhiran itu biasanya sekolahan tuh loh ngambilnya sini. Termasuk SMK 5 ya, itu kan sering ngambil sini. Karena kalau pihak sekolah kan engga semua sapi tuh, nanti ada kambingnya contohnya SD Kotagede itu loh ngambil sini 4," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Idul Adha 2026: Intip Uniknya Domba Texel Silang Australia 'Mata Bule' di Lapak Kurban Area Makam Trah HB II dijual Rp 5 Jutaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!