Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 MEI 2026 • 20:23 WIB

Kasus Keracunan Massal Usai Acara Pamitan Haji di Toragan Sleman, Polisi : Dari Hasil Lab Ada Bakteri

Kasus Keracunan Massal Usai Acara Pamitan Haji di Toragan Sleman, Polisi : Dari Hasil Lab Ada BakteriSalah satu korban keracunan massal (kemeja) saat mengadu ke Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Senin (4/5/2026). (Istimewa) (Istimewa)

JOGJA - Puluhan warga Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan dalam acara pamitan haji yang digelar pada Minggu (3/5/2026). Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus tersebut setelah adanya temuan indikasi kontaminasi bakteri pada menu makanan tertentu. Jajaran Polresta Sleman melalui Polsek Mlati langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan menemui para korban di sejumlah layanan kesehatan.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa informasi awal diterima pihak kepolisian pada Senin (4/5/2026) pagi.

"Pada hari Senin tanggal 04 Mei 2026 sekira pukul 09.17 WIB, Polsek Mlati mendapatkan informasi bahwa ada warga Padukuhan Toragan Tlogoadi yang diduga mengalami keracunan makanan," ujar Argo saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

Peristiwa ini bermula saat sekitar 100 tamu undangan menghadiri acara pamit haji di Gedung Dakwah Azakiah, Toragan, Minggu pagi. Saat registrasi, setiap tamu diberikan snack dan nasi kotak.

"Kejadian pada hari Minggu, tanggal 03 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, pada acara pamit haji di Gedung Dakwah Azakiah, Toragan. Pada saat registrasi semua tamu undangan sekitar 100 orang langsung mendapatkan snack dan nasi kotak," ungkap Argo.

Warga baru merasakan gejala setelah beberapa jam mengonsumsi makanan tersebut. Keluhan mulai muncul pada Minggu malam dan memburuk pada Senin dini hari.

"Sekira pukul 20.00 WIB setelah salat Isya, banyak korban yang sudah merasakan pusing dan mual," beber Argo.

"Selanjutnya pada hari Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB, terdapat korban masih mengalami muntah-muntah dan diare, sehingga pada pukul 08.00 WIB korban dibawa ke Puskesmas Mlati 2 dan RSA UGM untuk dilakukan penanganan medis," lanjutnya.

Penemuan Bakteri pada Sayur Krecek Ati

Berdasarkan pendataan sementara, 18 orang menjalani pemeriksaan di posko darurat Padukuhan Toragan, tujuh orang dirawat di RSA UGM, dan satu orang di Puskesmas Mlati 2. Hasil penelusuran sementara mengarah pada salah satu lauk di dalam nasi kotak sebagai sumber keracunan.

"Dari ketujuh korban yang berada di RSA UGM diduga karena memakan sayur krecek ati di dalam nasi kotak," ungkap Argo.

Baca juga: Evaluasi Satu Tahun MBG Marak Keracunan, Pakar Gizi UGM Minta Hentikan Penggunaan Ultra Processed Food

Ia menambahkan, warga yang tidak menyantap menu tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat.

"Dari salah satu keluarga korban ada yang mengkonsumsi ayam panggang di dalam box nasi kotak dan tidak mengalami keracunan," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Konfirmasi Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Keracunan Massal Usai Acara Pamitan Haji di Toragan Sleman, Polisi : Dari Hasil Lab Ada Bakteri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!