JOGJA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di era Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mengejar fisik semata, melainkan harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan.
Hal ini disampaikan Menko AHY saat memimpin aksi penanaman pohon di area Green Corridor Jalan Tol Ruas Prambanan - Purwomartani, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) yang menjadi bagian dari visi besar "Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Menko AHY menekankan pentingnya pendekatan Penta Helix dalam mewujudkan kebijakan yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Menurutnya, infrastruktur harus menjadi pendukung utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus indeks kebahagiaan masyarakat.
"Infrastruktur dibangun memang untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan semangat menjaga lingkungan. Jadi tidak boleh kita hanya mengedepankan pembangunan fisik serba benda, kemudian kita tidak menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat dan juga tidak menyentuh aspek keberlanjutan bumi dan lingkungan hidup kita," ujar AHY.
Ia mengungkapkan bahwa di abad ke-21, tantangan ekologis seperti krisis iklim dan polusi adalah ancaman nyata terhadap kedaulatan bangsa (survival interest). Oleh karena itu, Green Corridor di sepanjang jalan tol menjadi langkah strategis untuk menekan emisi karbon.
"Setiap 100 km Rumija (Ruang Milik Jalan) yang ditanami pohon seperti trembesi, itu bisa menyerap sekitar 440 ton CO2 per tahun. Ini bukan sekadar teori, tapi gerakan moral dan aksi nyata di lapangan. Kita ingin memastikan No One Is Left Behind, namun tetap dengan prinsip keberlanjutan," katanya.
Oleh karena itu, Menko AHY mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi, terutama dalam penyediaan lahan yang clean and clear agar pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan, energi, dan air dapat berjalan lancar.
"Kalau kita sayang pada anak cucu kita, ya kita harus lakukan ini secara serius. Mari kita terus bergandengan tangan, bersinergi, dan berkolaborasi karena urusan ini kompleks," tegasnya.
Target Operasional Tol Jogja-Solo
Terkait progres fisik, Menko AHY optimis Ruas Prambanan - Purwomartani sepanjang kurang lebih 11 kilometer dapat segera difungsionalkan. Proyek ini diyakini akan menjadi game changer bagi konektivitas di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
"Tadi dijelaskan ruas Prambanan - Purwomartani sekitar 11 kilometer, mudah-mudahan bisa selesai sehingga tahun depan sudah bisa dipakai mudik. Jika sudah nyambung, perjalanan Jogja-Solo yang biasanya 2 sampai 2,5 jam bisa dipangkas menjadi 35-40 menit saja," ungkap AHY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung