Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 APRIL 2026 • 10:45 WIB

Kasus Viral Daycare Little Aresha: Wali Kota Jogja "Jemput Bola" Ortu Korban Hari Ini dan Sweeping Izin Penitipan Anak Dimulai

Kasus Viral Daycare Little Aresha: Wali Kota Jogja Jemput Bola Ortu Korban Hari Ini dan Sweeping Izin Penitipan Anak DimulaiPara orang tua yang anaknya jadi korban daycare Little Aresha Kota Jogja, saat melapor ke Polresta Yogyakarta, pada Sabtu (25/4/2026) siang. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menindaklanjuti dugaan kasus kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Kemantren Umbulharjo. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa dirinya mulai menemui keluarga para korban hari ini, Minggu (26/4/2026), guna memberikan dukungan langsung.

Hasto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah sangat krusial bagi keluarga terdampak. Meski agenda pertemuan awalnya dijadwalkan esok hari, proses tersebut dipercepat karena tingginya respons dan keinginan dari orang tua korban untuk segera berkomunikasi.

"Kami sudah bertindak cepat ya, jadi kemarin pagi kita juga sudah rapat bersama KPAI. Kemudian saya juga koordinasi dengan Pak Kapolresta, saya mulai hari ini akan ketemu dengan pihak-pihak keluarga. Sampai besok juga kita pemerintah harus hadir di tengah-tengah di dalam keluargalah," ujarnya saat ditemui wartawan usai Flag Off Jalan Sehat PWI, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Nestapa Daycare Abal - Abal Little Aresha Jogja, Pemkot Siapkan Sanksi Tegas :"Tidak Ada Izin"

Hasto menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk mengidentifikasi alamat para korban, mengingat data tersebut sebelumnya bersifat rahasia. Ia menilai pemerintah kota tidak boleh pasif dalam menangani tragedi ini.

"Ya hari ini saya dengar sudah ada 10 orang yang mau ketemu saya. Saya senang karena kami mentargetkan besok tapi hari ini sudah ada yang tetap mau ketemuan. Alhamdulillah lebih cepat, lebih baik. Kita harus proaktif, menurut saya harus proaktif bisa door to door," tegasnya.

Sweeping Massal Status Izin Daycare

Selain itu, Pemkot Yogyakarta akan melakukan pemeriksaan menyeluruh atau sweeping terhadap seluruh lembaga penitipan anak di wilayah Kota Yogyakarta. Langkah tegas ini diambil setelah muncul temuan bahwa Daycare Little Aresha diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi.

"Kami akan mensweeping semua tempat-tempat yang menyelenggarakan penitipan anak di Kota Jogja karena seperti yang kemarin terjadi itu kan tidak ada izin, tidak ada izinnya. Izin sebagai TPA, izin sebagai PAUD atau TK itu tidak ada izin," kata Hasto.

Terkait pendampingan korban, Pemkot Yogyakarta menggandeng KPAI dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) untuk memberikan pendampingan psikologis intensif bagi anak-anak.

"Tentu beliau (Kadinas PPA) juga seorang psikolog dan akan menghadirkan para psikolog untuk salah satu pendampingan," tandas Hasto.

Pemda DIY: Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku

Senada dengan Pemkot, Pemda DIY melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Kepala DP3AP2 DIY, dr. Erlina Hidayati Sumardi, memastikan pihaknya berkoordinasi erat dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Pemda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta," ujar Erlina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Viral Daycare Little Aresha: Wali Kota Jogja "Jemput Bola" Ortu Korban Hari Ini dan Sweeping Izin Penitipan Anak Dimulai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!