JOGJA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menerima audiensi para orang tua korban dugaan kekerasan di sebuah daycare Little Aresha wilayah Umbulharjo, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (26/4/2026) sore.
Hasto mengatakan rasa prihatin yang mendalam setelah mendengar langsung kesaksian para orang tua mengenai perlakuan yang dialami anak-anak mereka.
"Perlakuan-perlakuan yang diindikasikan, dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka bersedih, kami juga ikut sangat bersedih karena memang apa yang dia ceritakan membuat kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak yang tidak bisa protes dan anak yang belum punya bargaining position," ujarnya kepada wartawan dilokasi.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemkot Yogyakarta segera membentuk tim pendampingan lintas sektor yang melibatkan KPAI, Dinas Pendidikan, serta Dinas PPPA. Tim ini akan terdiri dari psikolog anak, ahli tumbuh kembang, ahli gizi, hingga ahli parenting.
Tak hanya anak, pendampingan juga diberikan kepada orang tua yang mengalami trauma.
"Kita punya psikolog klinis yang ada di Puskesmas, jumlahnya 18 juga kita siapkan," katanya.
Baca juga: Nasib 20 Orang Lainnya di Kasus Daycare Little Aresha, Bakal Jadi Tersangka? Ini Kata Polda DIY
Mencari Daycare Pengganti
Mengingat mayoritas orang tua korban adalah pekerja, kebutuhan akan tempat penitipan anak yang aman menjadi sangat mendesak (emergency). Hasto telah menginstruksikan jajarannya untuk segera mencarikan solusi mulai Senin pagi.
"Bagaimana besok pagi hari Senin anaknya mau dititipkan di mana, ini saya kira suatu hal yang urgent dan emergency karena mereka kan orang tuanya pada umumnya kerja. Kami ini akan segera mengidentifikasi daycare-daycare lainnya yang amanah, yang aman, yang baik, yang sehat," tegasnya.
Sweeping Massal Dua Hari: Langsung Tutup Daycare Ilegal
Pemkot Yogyakarta juga langsung tancap gas melakukan pemetaan ulang terhadap seluruh tempat penitipan anak di Kota Jogja. Hasto memerintahkan seluruh lurah untuk menyisir wilayah masing-masing mulai malam ini.
"Kami harus melakukan sweeping terhadap seluruh tempat daycare di kota Jogja. Besok pagi saya kira kita bisa cek satu persatu, sehingga dalam waktu singkat paling lama dua hari kita sudah tahu semua status daycare yang ada di kota Jogja. Ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Hasto.
Hasto juga menegaskan bahwa daycare yang tidak berizin atau melanggar standar transparansi - seperti melarang orang tua masuk ke dalam area pengasuhan akan ditutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung