Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 21:40 WIB

Cerita Magister UNY Roro Wilis Perkenalkan Model Pembelajaran Sejarah Melalui CTL di SMA Negeri 9 Jogja Raih IPK Sempurna

Cerita Magister UNY Roro Wilis Perkenalkan Model Pembelajaran Sejarah Melalui CTL di SMA Negeri 9 Jogja Raih IPK SempurnaPotret Roro Wilis bersama orang tuanyam (Istimewa)

JOGJA - Dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan era Society 5.0, di mana transfer pengetahuan saja tidak cukup. Menjawab hal ini, Roro Wilis, menghadirkan inovasi dalam pembelajaran sejarah melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di SMA Negeri 9 Yogyakarta.

Roro Wilis merupakan mahasiswa Program S2 Pendidikan Sejarah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyoroti praktik pembelajaran sejarah yang selama ini masih dominan dengan ceramah dan hafalan.

"Pembelajaran sejarah seharusnya tidak berhenti pada hafalan peristiwa, tetapi membantu siswa memahami makna dan relevansinya dengan kehidupan mereka hari ini," ujarnya, Kamis (19/2/26).

Baca juga: Hadiri Karangmalang Education Forum Oleh UNY, Abdul Mu'ti Tekankan Akademisi Pakai Tiga Pilar Ini Hadapi Ancaman AI

Dalam tesis magisternya, Roro melakukan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi melibatkan guru sejarah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta siswa kelas X hingga XII.

Observasi awal dilakukan untuk memetakan praktik pembelajaran sejarah yang sudah berjalan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan tujuh komponen CTL di SMA Negeri 9 Yogyakarta, yaitu konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik.

Menurut Roro, pendekatan ini memungkinkan siswa aktif membangun pemahaman melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, dan pemanfaatan konteks budaya lokal sebagai sumber belajar. Praktik kontekstual yang diterapkan antara lain demonstrasi tradisi lokal, analisis arsip sejarah, kunjungan ke sumber belajar, serta produksi film dan vlog sejarah.

"Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengaitkan masa lalu dengan realitas masa kini, sekaligus mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka," jelas Roro Wilis, alumni SMAN 1 Pacitan.

Meski begitu, lanjut Roro Wilis, implementasi CTL tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu dan kompleksitas proyek berbasis lapangan.

"Strategi manajemen waktu dan prioritas proyek menjadi kunci agar pembelajaran tetap selaras dengan prinsip CTL," tegas Roro Wilis.

Baca juga: Cerita Desi Safitri Raih IPK Tertinggi Jenjang Sarjana UNY Hari Ini, Aktif Berorganisasi Hingga Kampus Mengajar

Selain memberikan kontribusi pada praktik pembelajaran sejarah yang lebih humanis, penelitian ini juga sudah dipublikasikan dalam beberapa jurnal terakreditasi dan book chapter kolaboratif. Prestasi akademik Roro pun mengesankan, dengan IPK sempurna 4,00 saat wisuda UNY periode Februari 2026.

"Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tapi juga bukti bahwa pendidikan sejarah bisa lebih hidup dan bermakna jika dikaitkan dengan konteks nyata siswa," pungkas Roro Wilis. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cerita Magister UNY Roro Wilis Perkenalkan Model Pembelajaran Sejarah Melalui CTL di SMA Negeri 9 Jogja Raih IPK Sempurna

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!