Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 30 JANUARI 2026 • 13:55 WIB

Muncul Virus Nipah di Beberapa Negara, Wamenkes Sebut Screening Bandara Sudah Lama dilakukan

Muncul Virus Nipah di Beberapa Negara, Wamenkes Sebut Screening Bandara Sudah Lama dilakukanWakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, saat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus memastikan hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Meski demikian, pemerintah telah mengaktifkan sistem deteksi dan screening di bandara sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya virus tersebut.

Benjamin mengatakan, virus Nipah bukanlah penyakit baru. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1998 dan kembali muncul dengan dua kasus terbaru di India pada tahun ini.

"Virus Nipah itu sudah ada sejak tahun 1998. Tahun ini ada dua kasus di India. Angka kematiannya memang sangat tinggi, tetapi jumlah kasus di dunia belum sampai seribu," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (26/1/2026).

Menurutnya, sejumlah negara telah meningkatkan kewaspadaan, terutama negara yang menjadi jalur transit internasional. Thailand, misalnya, telah memperketat screening terhadap pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Di Thailand sudah dilakukan screening. Di India juga langsung melakukan pembatasan agar kasus tidak menyebar ke negara lain," katanya.

Benjamin menegaskan, Indonesia sebenarnya telah memiliki sistem deteksi dini di pintu masuk negara, khususnya di bandara internasional. Sistem tersebut mampu mengidentifikasi penumpang dengan gejala berat atau berisiko tinggi.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan virus Nipah secara global dan siap mengambil langkah lanjutan apabila risiko penularan meningkat.

"Indonesia otomatis sudah screening. Kita punya deteksi di airport, pasien dengan risiko tinggi bisa terdeteksi. Tapi memang proses screening seperti saat Covid-19 belum kita lakukan," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan pemerintah daerah akan melakukan upaya antisipasi melalui koordinasi lintas sektor, terutama dengan dinas kesehatan dan pihak terkait lainnya.

"Kalau saya kira nanti tetap koordinasi dengan dinas kesehatan yang tahu bagaimana preventifnya. Ketika virus itu dari luar, kerja samanya tidak hanya dari dinas kesehatan semata, tapi juga melihat pintu masuknya dari mana," ujar Ni Made Dwipanti saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Indonesia Nomor Dua Kasus Tertinggi TBC, Wamenkes Ungkap DIY Akan Jadi Fokus Pemantauan TBC dan Stunting

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyikapi potensi ancaman virus secara terkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun hingga kini, pihaknya belum memperoleh gambaran teknis mengenai potensi dampak dan penyebaran virus Nipah di wilayah DIY.

"Seberapa jauh dampaknya, apakah DIY sudah ada atau belum, ya mudah-mudahan belum. Bagaimana mengantisipasi, ini juga akan kita koordinasikan bersama dinas kesehatan," ujarnya.

Ni Made Dwipanti memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Muncul Virus Nipah di Beberapa Negara, Wamenkes Sebut Screening Bandara Sudah Lama dilakukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!