Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 13:25 WIB

Fakultas Biologi UGM Tebar 5.000 Bibit Wader Pari di Sungai Gandok

Fakultas Biologi UGM Tebar 5.000 Bibit Wader Pari di Sungai GandokPenebaran bibit wader pari oleh Fakultas Biologi UGM di Sungai Gandok (Istimewa (via e-mail))

JOGJA- Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menebar sebanyak 5.000 bibit ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata) di Sungai Gandok, Kelurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, belum lama ini. Kegiatan jni bertajuk Restocking Phase 2 ini merupakan kolaborasi antara tim Gama Wader Fakultas Biologi UGM, BRIN, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY.

Aksi tersebut menjadi bagian dari program Wader Pari Restocking Activity for Food Dashboard System (FDS) yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di beberapa titik sungai di Yogyakarta. Acara pelepasan bibit wader ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku dosen dan peneliti Fakultas Biologi UGM, Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T. selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, serta Ibnu Budiman selaku Manajer Lingkungan GAIN Indonesia.

Prof. Bambang Retnoaji menjelaskan, kegiatan restocking ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei tim Fakultas Biologi UGM yang dilakukan sejak 2011. Survei tersebut menemukan bahwa banyak pelaku usaha kuliner ikan di Yogyakarta masih bergantung pada hasil tangkapan liar di sungai, bukan ikan hasil budidaya.

"Dari survei lanjutan pada 2019, kami mendapati bahwa populasi ikan di sejumlah sungai di Yogyakarta menurun drastis. Hal ini diperparah oleh degradasi habitat, pencemaran limbah, serta praktik perikanan yang tidak ramah lingkungan,” ujar Bambang, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, salah satu strategi untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui kegiatan restocking ikan wader.

"Sungai kita adalah aset yang memiliki banyak potensi kekayaan dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dengan mengembalikan ikan ke habitat aslinya demi menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Bambang juga menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menentukan lokasi restocking agar keberlanjutan populasi ikan dapat terjamin.

"Ikan wader ini sensitif terhadap perubahan kualitas air, sehingga bisa dijadikan indikator biologis kesehatan sungai. Selain itu, wader juga berpotensi menjadi sumber protein lokal yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Ibnu Budiman dari GAIN Indonesia mengatakan bahwa kegiatan Restocking Phase 2 ini akan diikuti dengan pemantauan populasi hingga empat bulan ke depan. Hasil pemantauan tersebut akan digunakan untuk menyusun panduan restocking ikan wader yang akan menjadi acuan bagi DKP DIY.

"Melalui fase kedua ini, kami akan melakukan monitoring hingga bulan keempat. Hasilnya akan digunakan untuk menyusun panduan restocking ikan Wader Pari yang akan diterapkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan pada tahun 2026 mendatang,” jelas Ibnu.

Baca juga: Soal 600 Lebih Siswa dan Guru Gunungkidul Diduga Keracunan MBG, Sultan HB X Soroti Kurangnya Pengawasan Dapur

Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, menilai kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga kelestarian ikan lokal.

"Kolaborasi seperti ini penting agar program restocking dapat berjalan efektif. Pemantauan berkelanjutan perlu dilakukan agar progresnya bisa terukur dan tantangan di lapangan bisa segera diantisipasi,” ujarnya.

Baca juga: Sultan HB X Akan Melayat Rumah Duka Raja PB XIII Pada Selasa Besok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakultas Biologi UGM Tebar 5.000 Bibit Wader Pari di Sungai Gandok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!