Situasi mencekam di Polda DIY, pada Jumat (29/8/2025). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memeriksa 10 orang saksi terkait kematian Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, yang meninggal dunia usai mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY pada Minggu (31/8/2025).
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan sudah berlangsung sejak awal pekan ini.
“Sejak Senin (1/9/2025), Propam telah meminta keterangan delapan orang saksi,” ujar Ihsan, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, dua orang saksi tambahan turut diperiksa pada hari Selasa. Dengan demikian, total sudah ada 10 saksi yang telah dimintai keterangan dalam rangka pendalaman kasus ini.
"Propam Polda DIY masih terus melakukan pendalaman dan akan memanggil saksi-saksi lain yang diperlukan,” kata Ihsan.
Menurutnya, penyelidikan internal tersebut merupakan wujud komitmen Polda DIY dalam mengusut tuntas peristiwa yang menewaskan Rheza. Ia menegaskan, proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Polda DIY bakal menangani peristiwa itu secara profesional, prosedural, dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Ihsan juga menekankan bahwa proses penyelidikan tidak berhenti pada sepuluh saksi tersebut. Ia memastikan, setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik.
“Proses penyelidikan ini masih akan terus berlanjut, tentunya, dan kami akan menyampaikan setiap update perkembangan pada masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY dalam unggahan di akun Instagram resminya menyebut bahwa Rheza sempat mengikuti aksi unjuk rasa pada Minggu (31/8/2025). Aksi tersebut berlangsung di kawasan Yogyakarta dan berujung pada sorotan publik setelah kabar kematian Rheza mencuat.
Baca juga: Polda DIY Pulangkan 23 Pelajar yang diamankan pada saat kerusuhan
Sebuah video yang beredar di media sosial juga menunjukkan sosok yang diduga Rheza tengah mengendarai sepeda motor di sekitar Mapolda DIY saat aksi berlangsung. Video itu menuai reaksi beragam dari warganet mulai dari rasa simpati hingga tuntutan agar pihak kepolisian bersikap terbuka.
Kasus kematian Rheza kini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan mahasiswa dan aktivis. Banyak pihak mendesak agar Polda DIY mengusut peristiwa ini hingga tuntas dan menjamin tidak ada pelanggaran prosedur yang dibiarkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan