JOGJA - Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah sudah melebihi batas normal, namun belum setinggi diabetes tipe 2. Menurut dr. Ali Baswedan, Sp. PD, KEM-D, dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mencegah kondisi ini berkembang menjadi diabetes.
"Penurunan berat badan sekitar 7 persen dari berat awal terbukti mampu menurunkan risiko seseorang menjadi diabetes,” ujar Ali, Selasa (4/11/2025).
Baca juga: Maraknya Fotografi Jalanan, Sosiolog UGM Soroti Privasi Warga Korea Selatan
Ia juga menjelaskan bahwa lemak tubuh, terutama di sekitar perut, dapat melemahkan kemampuan insulin bekerja. Akibatnya, gula darah meningkat dan risiko prediabetes bertambah. Ali menambahkan, beberapa faktor meningkatkan risiko prediabetes, antara lain obesitas, riwayat keluarga diabetes, jarang beraktivitas fisik, dan usia di atas 40 tahun.
"Dengan mengurangi lemak tubuh, sensitivitas insulin meningkat, peradangan berkurang, dan gula darah lebih mudah masuk ke sel,” jelasnya.
Selain itu, Ali menekankan pentingnya perubahan komposisi tubuh.
"Target diet bukan sekadar berapa kilogram yang turun, tetapi lemak berkurang dan massa otot meningkat. Hal ini membuat gula darah lebih banyak terbakar di otot dan metabolisme tubuh lebih baik,” terangnya.
Baca juga: Solusi Pustral UGM Soal Maraknya Kecelakaan Transportasi
Kendati itu, ia merekomendasikan kombinasi latihan beban untuk menambah massa otot dan latihan aerobik untuk hasil optimal. Menurut Ali, bagi sebagian orang yang berhasil menormalkan kadar gula darah, penurunan berat badan akan sangat berdampak. Namun, hasilnya bergantung pada lama prediabetes, kondisi pankreas, dan kemampuan mempertahankan berat badan.
"Jika berat badan naik lagi, prediabetes bisa muncul kembali,” katanya. Ia menekankan bahwa prediabetes adalah “lampu kuning” menuju diabetes tipe 2, tetapi masih bisa dicegah. Kuncinya bukan obat, melainkan perubahan gaya hidup jangka panjang yang konsisten, seperti pola makan seimbang dan rutin bergerak,” pungkas Ali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail