Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 13:10 WIB

153 Seniman Ngapak Gelar Pameran Lukisan “Bang Kulon Nyabrang Wetan” di UGM

Author

Salah satu karya Seniman Ngapak yang digelar di UGM. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Sebanyak 153 pelukis yang tergabung dalam komunitas Seniman Ngapak (SeNgapak) menggelar pameran bertajuk “Bang Kulon Nyabrang Wetan” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pameran berlangsung selama sepuluh hari, mulai 10 hingga 19 Oktober 2025. Mengusung tema yang menggambarkan semangat pertukaran gagasan dan dialog budaya, pameran ini menjadi ajang pertemuan lintas wilayah dan lintas gaya bagi para pelukis asal Banyumas Raya dan sekitarnya dengan seniman dari berbagai daerah.

Ketua panitia pameran, Drs. Rakhmat Supriyono, menjelaskan bahwa SeNgapak terbentuk dari semangat kebersamaan para pelukis asal daerah berlogat Ngapak yang ingin memiliki wadah seperti komunitas seni di daerah lain.

SeNgapak lahir karena kami melihat di berbagai daerah sudah ada perkumpulan seni rupa. Dari situlah muncul ide untuk membentuk wadah serupa bagi seniman Ngapak,” ujar Rakhmat.

Perlu diketahui, pendiri Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) yakni Pak R.J. Katamsi adalah orang Banjarnegara. Dari orang Banjarnegara dan Banyumas inilah lahir ribuan seniman dari ASRI,” sambungnya.

Baca juga: Sleman Terima 15 Ribu Bibit Kelapa Genjah Pandan Wangi dari Kementan RI

Pameran ini menampilkan karya dari 153 pelukis, di antaranya Nasirun, Entang Wiharso, Ugo Untoro, serta seniman Yogyakarta seperti Putu Sutawijaya dan Erica Hestu Wahyuni. Head of Program Experience GIK, Aji Wartono, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran SeNgapak sejalan dengan semangat GIK sebagai ruang kreatif yang terbuka dan inklusif.

Kami di GIK punya misi untuk menjadi tempat yang kolaboratif dan inklusif. Kehadiran teman-teman SeNgapak sangat sesuai dengan visi itu,” kata Aji.

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, menilai pameran ini menghadirkan keberagaman aliran dan gaya lukisan, mulai dari realisme, abstrak, hingga surealisme. Ia juga mengapresiasi rasa kebersamaan yang kuat di antara para seniman.

Saya melihat suasana yang sangat guyub di sini. Para seniman saling mendukung dan penuh solidaritas. Ini yang membuat pameran terasa hidup,” ujarnya.

Baca juga: Jawaban Santai Sultan HB X Soal Insiden Mobilnya Disalip Rombongan Diduga Kementerian AHY: “Saya Memang Tak Pernah Pakai Pengawalan Kalau Bukan Acara

Salah satu pengunjung, Syafiq, mengaku terkesan meski baru pertama kali menghadiri pameran seni rupa.

"Sebagai pemula, saya awalnya tidak paham makna lukisan. Tapi setelah melihat langsung, ternyata maknanya dalam sekali. Lukisan yang paling menarik perhatian saya adalah "Attending a Banquet in Pekanbaru" karya Erica Hestu Wahyuni,” ungkapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU