Situasi Stasiun Jogja saat libur Imlek 2026. (Istimewa)
JOGJA - Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, penjualan tiket kereta api (KA) Lebaran dari wilayah Daerah Operasi 6 (Daop 6) Yogyakarta terus meningkat. Hingga Rabu (26/2) pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 231.357 tiket KA Jarak Jauh telah terjual, atau sekitar 44 persen dari total kapasitas 525.350 tempat duduk yang disediakan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan berdasarkan tren pemesanan, puncak permintaan sementara ini terjadi pada H+3 Lebaran, yakni Selasa, 24 Maret 2026, di mana penjualan tiket mencapai 21.217 tiket dalam satu hari.
"Angka ini berpotensi meningkat karena pemesanan tiket masih terus berlangsung," ujar Feni, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Daop 6 Jogja : Tiket Diskon Kereta 30 Persen untuk Lebaran 2026 Masih Tersedia
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, yang berlangsung selama 22 hari mulai 11 Maret hingga 1 April, Daop 6 Yogyakarta menyediakan 12 KA tambahan, terdiri dari 10 KA Jarak Jauh Tambahan dan 2 KA Motis, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Berdasarkan data KAI Daop 6, kata Feni, okupansi tiket per hari bervariasi, dengan angka tertinggi tercatat pada 24 Maret mencapai lebih dari 100 persen. Sementara itu, pada hari-hari awal keberangkatan, okupansi rata-rata masih di bawah 20 persen.
Baca juga: Stasiun Yogyakarta Paling diminati Wisatawan WNA Selama Januari 2026
Berikut rincian penjualan tiket KA Jarak Jauh keberangkatan awal dari stasiun Yogyakarta:
Kendati demikian, Feni kembalu menghimbau masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api pada masa Lebaran untuk segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket agar tidak kehabisan.
"Bagi yang belum mendapatkan tiket sesuai tanggal keberangkatan yang diinginkan, dapat mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan atau memanfaatkan fitur connecting train pada aplikasi Access by KAI," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA