JOGJA - Grand opening Batik Putra Boko resmi digelar pada Minggu (1/12/2025) malam di Jalan Raya Piyungan - Prambanan No. 3, Bokoharjo, Prambanan. Berbeda dengan toko batik lain, Batik Putra Boko menonjolkan interior yang otentik sekaligus mengangkat identitas lokal dengan menamai produknya sesuai Candi Boko, yang lokasinya berdekatan dengan toko.
Pemilik Batik Putra Boko, Anis Suci Fajarwati, mengungkapkan bahwa usaha ini merupakan cabang kelima dari grosir Batik Yudhistira yang telah beroperasi sejak 2015.
"Saya mulai terjun ke bisnis batik tahun 2010 saat masih kuliah. Waktu itu batik diresmikan UNESCO, dan kami coba-coba bisnis dengan bantuan kampus. Sejak 2015, saya serius berbisnis batik, jadi totalnya sudah sepuluh tahun," ujar Anis kepada media disela-sela pembukaan bisnisnya tersebut.
Menurut Anis Suci, Batik Putra Boko menekankan pengembangan UMKM lokal. Produk-produk batik dan pakaian lainnya diproduksi bekerja sama dengan penjahit rumahan dan UMKM setempat.
"Selama 10 tahun kerjasama dengan UMKM, penjahit rumahan bisa beli mobil, menyekolahkan anaknya, dan bisnis mereka bisa tumbuh pesat," katanya.
Menariknya, pasar utama yang disasar adalah kalangan menengah, dengan produk dibandrol mulai dari Rp14 ribu. Ia pun berharap Batik Putra Boko bisa menjadi pusat oleh-oleh yang ramah di kantong wisatawan.
"Kami ingin memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus mempermudah wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh tanpa harus ke kota," tutur Suci.
Sediakan Produk 2 - 3 Kali Lipat Jelang Nataru
Toko tiga lantai ini menyediakan berbagai produk mulai dari makanan, aksesoris, tas, sepatu, hingga batik tulis, batik semi-tulis, dan batik cap motif khas Putra Boko. Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Batik Putra Boko menyiapkan produk 2 sampai 3 kali lipat lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
"Target kami bisa sampai 3.000 pcs per hari selama high season," ujar Anis Suci.
Suasana didalam lantai 2 Batik Putra Boko. (Olivia Rianjani)
Selain lokasi yang strategis dekat Candi Boko, menurutnya, toko ini juga diuntungkan dengan persiapan Exit Tol Prambanan yang membuat akses lebih mudah bagi wisatawan.
"Kami ingin Batik Putra Boko menjadi pionir oleh-oleh dan destinasi wisata yang nyaman, Instagramable, serta memajukan ekonomi lokal," tuturnya.
Lanjut Anis mengatakan, Batik Putra Boko mengutamakan produk batik dari Jogja, Solo, Pekalongan, Cirebon, dan Wonogiri, serta menonjolkan motif khas sendiri, yakni motif Candi Boko yang dibuat dengan teknik batik cap.
"Toko ini juga menyediakan berbagai produk lain mulai dari bakpia, tas, sepatu, kaos, hingga aksesoris, semuanya bekerja sama dengan UMKM lokal," imbuhnya.
Manajer Sales Marketing, Sungkowo Istiningwardoyo menambahkan, untuk menyerap segmen wisatawan, toko ini bersinergi dengan travel agent, tour leader, tour guide, dan komunitas wisata.
"Produk signature kami juga diciptakan sendiri, dengan motif batik yang dieksplorasi dari motif populer seperti Kawung, Teruntung, dan Parang, dikolaborasikan dengan motif Putra Boko," ujar Bowo sapaan akrabnya.
Lanjut Bowo, Grand opening ini sengaja dipersiapkan menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru), mengingat potensi peningkatan kunjungan wisatawan dari luar daerah.
"Menjelang Nataru ya kita makanya openingnya kita siapkan di awal Desember ini. Sebenarnya sih target kita kemarin itu di November ya. Tapi karena VM-nya itu belum menuntut selesai jadi mundur di tanggal 1 ini kita maksimalkan mau enggak mau harus opening. Karena Nataru ini kan pengunjung dari wisatawan luar daerah kan pasti banyak meningkat ya traffic-nya. Nah itu juga biar bisa menerap area Prambanan Boko sini,” jelasnya.
Suasana didalam lantai 1 Batik Putra Boko (produk oleh - oleh makanan). (Olivia Rianjani)
Ia menekankan bahwa Batik Putra Boko mengusung eksplorasi motif khas, yang disebut Motif Batik Putra Boko. Dalam hal ini terdapat tiga dasar motif populer, yaitu Kawung, Teruntung, dan Parang, yang akan dikolaborasikan dengan motif baru dari Batik Putra Boko.
"Dari situ kita turunkan lagi untuk bereksplorasi kepada motif Batik. Nah motif Batik kita juga menciptakan atau membuat karya namanya Motif Batik Putra Boko. Murang lebih nanti ada tiga dasar motif, yang termasuk motif populer ya itu ada Kawung, ada Teruntung, dan ada Parang. Nah tiga dasar motif yang termasuk motif populer ya. Tiga motif tersebut yang akan kita kolaborasikan dengan motif Putra Boko nanti," terang Bowo.
Oleh karena itu, kata Bowo, untuk tahap awal, Batik Putra Boko fokus pada desain fashion, sementara produksi batik masih dilakukan melalui mitra.
"Kalau produksi batiknya sendiri belum ya. Tapi kita untuk produksinya baru lebih ke fashion. Jadi untuk pembuatan motif batiknya kita masih mitra,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung