Sabtu, 11 JULI 2026 • 15:10 WIB

Geger Chat Dugaan Pelecehan oleh Dosen Farmasi UMY, Rektorat Langsung Panggil Pelaku Besok

Author

Ilustrasi pelecehan seksual. (Istimewa)

JOGJA - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga memuat tindakan pelecehan verbal oleh seorang oknum dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terhadap mahasiswinya.

Merespons situasi yang mencuat liar tersebut, pihak rektorat UMY bergerak cepat dengan menjadwalkan pemanggilan terhadap oknum dosen yang bersangkutan pada Minggu, 12 Juli 2026.

Isu sensitif ini awalnya mencuat di platform Threads sejak 29 Juni 2026 lalu. Namun, unggahan tersebut kembali viral baru-baru ini setelah memicu gelombang desakan dari warganet yang meminta pihak kampus segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Direktur Komunikasi Publik UMY, Dr. Ratih Herningtyas, menegaskan bahwa jajaran pimpinan universitas telah mengantongi informasi tersebut dan langsung menggelar koordinasi internal secara intensif.

"Ini barusan pimpinan baru terinformasikan. Insya Allah besok yang bersangkutan langsung dipanggil lengkap dengan pihak prodi agar dapat gambaran utuh, setelah itu akan kita informasikan lebih lanjut," ujarnya, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Menteri PPPA Apresiasi KAI Daop 6 Yogyakarta, Stasiun Ramah Ibu - Anak Hingga Mekanisme Cepat Tangani Pelecehan Seksual

Ratih menegaskan, saat ini pihak kampus masih dalam tahap mengumpulkan fakta-fakta di lapangan sebelum mengambil langkah hukum atau sanksi lebih lanjut. Penanganan kasus ini dipastikan melibatkan lintas sektor internal, mulai dari rektorat, program studi terkait, hingga Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

"Sementara itu dulu. Nanti kalau ada info ter-update lagi akan saya sampaikan. Masih koordinasi terus pimpinan UMY, Satgas PPKPT, sama pihak prodinya," tandas Ratih.

Sebelumnya, melalui akun Threads resminya, manajemen UMY menyatakan sangat memahami keresahan yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis Islami, UMY memastikan tidak akan tinggal diam dan berjanji memproses laporan ini sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Terima kasih telah menyampaikan perhatian dan masukan ini. Sebagai kampus Islami tentu kami memahami bahwa isu seperti ini menimbulkan keprihatinan bagi banyak pihak, termasuk di internal kami," tulis pihak UMY.

Baca juga: UPNV Tegaskan Nol Toleransi Kasus Kekerasan Seksual: 6 Dosen Diproses, Sanksi Segera diumumkan

Pihak kampus juga menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan ruang akademik dari segala bentuk kekerasan, baik seksual maupun verbal.

"Informasi yang disampaikan telah kami teruskan kepada pihak yang berwenang di lingkungan UMY untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. UMY berkomitmen mewujudkan lingkungan kampus yang aman, serta memastikan setiap laporan ditangani dengan serius sesuai ketentuan yang berlaku," tutup pernyataan resmi tersebut.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim WA (Pribadi)

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU