Kamis, 02 JULI 2026 • 14:10 WIB

Viral Pembukaan Merapi Sampai Pasar Bubrah Lewat Jalur Selo, BPPTKG dan TNGM Tegaskan Masih Siaga III : Berbahaya!

Author

Geger pembukaan lahan sampai Pasar Bubrah di Gunung Merapi. (Istimewa)

JOGJA - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi sekelompok warga yang nekat melakukan pendakian ke Gunung Merapi hingga ke kawasan Pasar Bubrah. Menanggapi hal tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bersama Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kompak menegaskan bahwa aktivitas pendakian hingga saat ini masih dilarang keras.

Aksi nekat ini viral setelah diunggah oleh akun Instagram @Laharbara. Dalam unggahan tersebut, tampak sekelompok orang berjalan hingga ke Pasar Bubrah, sebuah titik yang jaraknya hanya berkisar 300 meter dari puncak aktif Merapi.

Baca juga: Pemula Sampai Profesional Bisa Ikut! UGM Trail Run 2026 Pada September Mendatang Tawarkan Sensasi Lari Malam "Background" Lahar Pijar Merapi

Menyikapi fenomena ini, Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya tetap berpatokan pada rekomendasi kebencanaan yang dikeluarkan berdasarkan pemantauan aktivitas vulkanik terkini. Sementara untuk urusan regulasi perizinan atau pembukaan jalur, hal itu sepenuhnya merupakan wewenang pihak TNGM.

"Untuk berkaitan pendakian kewenangan ada di TNGM. Kalau dari BPPTKG rekomendasi masih sama dengan rekomendasi dari MAGMA VAR," ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis (2/6/2026).

Diketahui hingga saat ini, Gunung Merapi masih menyandang status Level III (Siaga). Berdasarkan data BPPTKG, suplai magma di dalam perut gunung masih terus berlangsung dan sewaktu-waktu bisa memicu terjadinya awan panas guguran.

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas saat ini mengancam sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong (sejauh 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh 7 km). Sementara di sektor tenggara, ancaman mengintai wilayah Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km). Jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik bahkan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Agus juga kembalu menghimbau agar masyarakat yang berada di lereng Merapi tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," ucapnya.

Senada, Balai TNGM juga bergerak cepat dengan menolak secara resmi permohonan persiapan pembukaan jalur pendakian mandiri yang sempat diwacanakan oleh warga Dusun Plalangan via jalur Selo.

Baca juga: Viral Wacana Pendakian Gunung Merapi dibuka Sampai Pasar Bubrah, TNGM Ingatkan Bahaya Erupsi

Penolakan tegas tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Kepala Balai TNGM, Heri Wibowo. Pihak TNGM menyatakan kebijakan ini mengacu langsung pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mewajibkan sterilisasi radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

"Berdasarkan status aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga), maka aktivitas termasuk persiapan pembukaan jalur pendakian sebagaimana dimaksud dalam surat saudara tidak direkomendasikan," pungkas Heri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU