Kamis, 02 JULI 2026 • 13:40 WIB

Tembus 5,2 Juta Penumpang di Semester I 2026, KRL Jogja-Solo Tambah Perjalanan Selama Libur Sekolah Sampai 5 Juli Mendatang

Author

Situasi penumpang KRL di Stasiun Yogyakarta (Tugu), pada Kamis 2 Juni 2026 (Olivia Rianjani)

JOGJA - Volume pengguna Commuter Line di wilayah Daop 6 Yogyakarta mencatatkan tren positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Data operasional Semester I menunjukkan total pergerakan penumpang menembus angka 5.299.566 orang, alias melonjak sebesar 6,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, mengungkapkan bahwa koridor Commuter Line Yogyakarta-Palur masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi terbesar.

"Angka untuk Commuter Line Yogyakarta-Palur pada Semester pertama tahun 2026 mencapai 4.714.539 pengguna. Angka tersebut naik 6,82 persen jika dibanding tahun 2025. Di sisi lain, Commuter Line Prameks (Yogyakarta-Kutoarjo) melayani sebanyak 585.027 pengguna atau naik sekitar 6,4 persen," ujar Purnomo kepada wartawan di Loket Gerbang KRL Stasiun Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan pemetaan manajemen, Stasiun Yogyakarta (Tugu) menempati urutan pertama dengan intensitas paling masif, yakni melayani total 1.581.177 pengguna (rinciannya: KRL 1.047.689 orang dan Prameks 533.488 orang).

"Posisi berikutnya disusul oleh Stasiun Lempuyangan dengan 621.049 pengguna, dan Stasiun Palur sebanyak 533.488 pengguna," bebernya.

Urai Kepadatan Penumpang Diimbau Geser ke Stasiun Lain

Tren pertumbuhan ini diprediksi akan terus meroket mengingat masa libur sekolah masih berlangsung hingga 5 Juli 2026 mendatang. Manajemen KAI Commuter memproyeksikan akumulasi penumpang selama masa liburan ini bisa menyentuh 542.000 pengguna, atau melonjak 30 persen dari hari biasa.

Saat ini, Stasiun Yogyakarta menjadi pusat kepadatan tertinggi dengan rata-rata 9.000 hingga 10.000 pengguna per hari. Untuk menghindari penumpukan yang terlalu ekstrem, Purnomo mengimbau masyarakat untuk mengalihkan lokasi keberangkatan mereka ke stasiun alternatif.

"Kepadatan di Jogja cukup banyak. Harapan kami kepada masyarakat lewat teman-teman media, penumpang bisa bergeser mengatur perjalanan tidak di stasiun-stasiun yang padat di Jogja, mungkin bisa bergeser ke Lempuyangan dan lain sebagainya," ucap Purnomo.

Sebagai perbandingan, situasi di Stasiun Lempuyangan terpantau jauh lebih kondusif dan longgar, dengan rata-rata volume berkisar 4.000 hingga 5.000 pengguna per hari, meskipun melayani rute yang sama menuju Klaten, Solo, hingga Karanganyar.

Terkait kondisi gerbong yang padat selama peak season, Purnomo juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kenyamanan bersama.

"Kami mengimbau para penumpang untuk menaati aturan keselamatan dasar selama berada di dalam gerbong, seperti dilarang duduk di lantai, tidak membawa barang bawaan berbau menyengat, serta memperketat pengawasan terhadap anak-anak," tuturnya.

Baca juga: Himbauan KAI Daop 6 Yogya Ingatkan Pengguna Lebih Waspada Jaga Barang Bawaan, Buntut Kasus Kehilangan Tumblr “Tuku” oleh Penumpang KRL

Tambah 4 Perjalanan KRL Jogja-Palur

Suasana gerbang loket KRL di Stasiun Yogyakarta (Tugu). (Olivia Rianjani)

Guna mengakomodasi lonjakan ekstrem tersebut, KAI Commuter melakukan langkah taktis dengan menambah frekuensi perjalanan kereta komuter. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa pihaknya menambah 4 perjalanan tambahan khusus untuk rute paling sibuk sepanjang masa libur sekolah yakni 20 Juni - 5 Juli 2026.

"Totalnya menjadi 31 perjalanan per hari. Namun, untuk Prameks arah Kutoarjo tetap dioperasikan 10 perjalanan karena kami terkendala dengan armada yang ada saat ini," jelas Karina.

Ia berharap penambahan ini mampu memperkuat keandalan transportasi publik di koridor strategis.

"Penambahan perjalanan Commuter Line ini diharapkan menjadi transportasi yang efisien dan terjangkau serta dapat memudahkan masyarakat untuk mobilisasi atau menuju destinasi wisata di wilayah Yogyakarta, Solo, hingga Karanganyar," tandasnya.

Alasan Utama Masyarakat Pilih KRL

Salah satu penumpang KRL, Barkah Andi. (Olivia Rianjani)

Keandalan moda transportasi berbasis rel ini diakui langsung oleh para pelancong. Barkah Andi, seorang penumpang asal Solo yang memboyong kedua anaknya berlibur ke Yogyakarta, menuturkan bahwa KRL tetap menjadi opsi logis terbaik meski kondisi gerbong dipadati penumpang.

"Mau liburan sama anak-anak ya kan dari Solo kan dekat pake KRL aja sih. Kalau mau pake kendaraan pribadi agak capek juga. Tapi ternyata dalam balik penuh sekali," tutur Andi saat ditemui di Stasiun Yogyakarta.

Baca juga: Penumpang KRL Jogja Tembus 789 Ribu Selama Angkutan Lebaran 2026

Andi yang berangkat dari Stasiun Palur sejak pukul 09.00 WIB mengaku sangat terbantu oleh kemudahan ekosistem digital untuk pembelian tiket perjalanan.

"Langsung beli tiketnya pake Go Transit. Memang agak susah dapat tempat duduk karena musim liburan pasti padat banget, tapi ya lebih praktis jarak tempuhnya dan jauh lebih ekonomis dari sisi biaya," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU