PHRI DIY Ungkap Tren Okupansi Hotel Naik Capai 85 Persen, Tapi Waspada Nomor Hotel Palsu di Google Maps
JOGJA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kesiapannya menyambut lonjakan wisatawan pada momen libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih akhir pekan ini. Meski tidak ada seremoni khusus, kualitas pelayanan dan keramah-tamahan (hospitality) tetap menjadi garda terdepan bagi para pelancong.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, mengatakan bahwa kesiapan hotel di DIY ini bersifat konsisten sepanjang tahun, baik untuk hari biasa maupun masa liburan.
"Kami dari PHRI DIY selalu siap menerima wisatawan, baik saat momen long weekend atau hari biasa. Memang tidak ada persiapan khusus untuk melayani tamu, tapi kami betul-betul memperhatikan tentang hospitality-nya itu baik," ujar Deddy, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, data PHRI menunjukkan tren positif pada tingkat keterisian kamar hotel untuk periode 14-17 Mei 2026. Deddy mengungkapkan bahwa saat ini angka reservasi sudah menyentuh kisaran 40 hingga 60 persen dan diperkirakan akan terus bergerak naik mendekati hari H.
Pihaknya mematok target rata-rata okupansi sebesar 85 persen. Angka ini didasari atas performa apik pada libur panjang April 2026 lalu yang mampu menembus 90 persen, bahkan mengalahkan tingkat hunian saat momen Idul Fitri yang hanya berada di angka 65 persen.
"Target tersebut berkaca performa libur panjang pada April 2026 lalu yang angka okupansi bisa menembus 90 persen. Meskipun secara durasi libur panjang lebih singkat ketimbang saat Idul Fitri yang hanya mencapai 65 persen tingkat okupansi," jelasnya.
Namun, dibalik kabar gembira terkait kenaikan okupansi, ia memberikan peringatan keras kepada calon wisatawan terkait maraknya penipuan reservasi. Deddy meminta masyarakat ekstra waspada saat mencari nomor kontak hotel melalui platform digital, khususnya Google Maps.
Ia menyebutkan banyak nomor telepon resmi hotel yang telah diretas oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi.
"Di Google Maps banyak teman-teman (hotel) yang nomor reservasinya di-hack. Pengalaman kemarin, ada tamu yang sudah bayar deposit, ternyata yang menerima bukan pihak hotel tapi penipu. Itu menjadi pembelajaran bagi semua supaya tidak tertipu," tegas Deddy.
Untuk menghindari kerugian, ia menyarankan wisatawan untuk mengakses website resmi PHRI DIY atau saluran resmi hotel. Konfirmasi ulang sangat disarankan sebelum melakukan transaksi apa pun.
Selain itu, Deddy juga mengimbau wisatawan untuk melakukan pemesanan jauh-jauh hari dan menghindari datang langsung tanpa reservasi (walking guest). Selain risiko kehabisan kamar, hal ini juga berdampak pada kemacetan lalu lintas di Yogyakarta.
"Kalau sekarang kan banyak wisatawan yang datang langsung ke hotel. Tapi resikonya kalau hotel yang dituju penuh, wisatawan terpaksa harus berputar-putar di jalan mencari penginapan. Namun malah menambah kepadatan lalu lintas jalan, jadi kami imbau untuk reservasi dulu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim WA (Pribadi)