Senin, 27 APRIL 2026 • 14:25 WIB

Kerubungi Lokasi Daycare Little Aresha Jogja , Warga Geram :"Nampak Religius, Tapi Hati Nuraninya Dimana ?"

Author

Salah satu warga Jogja, Lia, saat ditemui dilokasi Daycare Little Aresha. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kasus dugaan penganiayaan anak di penitipan anak (daycare) Little Aresha di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yang viral di media sosial, membuat sejumlah warga dan tetangga sekitar mulai mendatangi lokasi kejadian di Kota Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

Salah seorang tetangga yang tinggal tepat di samping lokasi daycare, Lia, mengaku sering mendengar suara tangisan anak dari dalam bangunan tersebut. Namun, selama ini ia menganggap hal itu sebagai hal yang wajar di tempat penitipan anak.

"Cuma suara nangis aja sih biasa. Tidak mendengar suara nangis yang lain. Maksudnya enggak tahu kalau itu ternyata nangisnya mungkin entah lapar atau ngantuk atau dia popoknya pengen diganti," ujarnya dilokasi.

Baca juga: Hanya Ada 37 yang Resmi, Kata Pemkot Jogja "Kecolongan" Daycare Ilegal Little Aresha Padahal Satu Tahun Lebih Beroperasi

Lia mengungkapkan bahwa aktivitas di daycare tersebut paling terlihat saat sore hari ketika orang tua menjemput anak-anak mereka. Ia mengaku sangat terkejut ketika mengetahui adanya penetapan 13 orang tersangka dalam kasus ini.

"Kaget ya. Maksudnya enggak nyangka sampai kayak gitu. Kan mereka kalau menyambut anak juga ramah. Ya semoga mendapat keadilan yang pantes ya. Maksudnya kan kasihan juga orang tua yang anaknya melihat harus seperti itu gitu loh. Mudah-mudahan orang tua mendapat keadilan," ucapnya.

Senada, Dewi, seorang warga Jogja di wilayah lain yang sengaja datang ke lokasi setelah melihat informasi di media sosial. Ia merasa geram karena tempat yang terlihat bagus secara fisik ternyata menjadi saksi bisu perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.

"Saya tahunya dari Facebook cuman kepengen tau apa bener. Walaupun rasanya tempatnya kayaknya bagus tapi ternyata kelakuannya ya astagfirullahaladzim. Semoga dikasuskan hukum yang sesuai yang mereka lakukan sama anak-anak di dalam selama mereka ngajari lah," ujarnya dengan nada kecewa.

Dewi pun merasa was-was dengan maraknya jasa penitipan anak saat ini.

"Lebih ngemong sendiri, mending saya ngasuh sendiri. Tega ya mereka padahal mereka ngurus anak orang lain, orang tua bayar mahal mereka rela gelontorkan uangnya. Malah diperlakukan nggak pantas kayak gini, diperlakukan tidak seumuran anak-anak yang harusnya dikasih sayang, dikasih pendidikan yang bagus tapi ini malah astagfirullahaladzim," cetusnya.

Sementara itu, Edi Purwanto, warga Kemantren Kraton, menyoroti latar belakang pengelola yang menurutnya tampak religius namun justru abai terhadap hati nurani. Ia mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Yogyakarta.

"Ya semua sama, kalau saya melihat ini dari latar belakang orang pendidiknya, pendirinya gitu kayaknya orang-orang yang religius tapi hati nuraninya kok kayak gini. Ya sebenarnya kalau seperti ini aparat harus benar-benar transparan dan tegas, tapi jangan sampai kasus seperti ini ulang-ulang terus. Jadi untuk Jogja kayaknya harus yang terakhir kali," tegas Edi.

Edi juga memberikan kritik terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang baru akan melakukan razia daycare setelah kasus ini viral.

"Kenapa nggak dari kemarin-kemarin setelah adanya kasus seperti ini?," ucapnya.

Baca juga: Orang Tua Kesadisan Daycare Viral Jogja Temui Hasto Wardoyo, Pemkot Janjikan Daycare Pengganti

Terkait pola pengasuhan anak, Edi menyarankan para orang tua untuk jauh lebih teliti dan selektif.

"Kalau anak harus (teliti). Kasihan ya masa depannya kan hancur," pungkas Edi.

Hingga saat ini, lokasi daycare Little Aresha masih menjadi perhatian warga sekitar seiring dengan proses hukum yang terus berjalan terhadap para tersangka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU