Sabtu, 25 APRIL 2026 • 15:15 WIB

Geger Daycare Little Aresha Jogja Dipolisikan, Warga: "Pengurus Baik ke Tetangga, Tapi...

Author

Salah satu orang tua korban menunjukkan bukti anaknya kena penelantaran. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Sebuah tempat penitipan anak atau daycare bernama Little Aresha di Kota Yogyakarta tengah menjadi sorotan publik. Daycare tersebut diduga melakukan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan, hingga menyebabkan beberapa balita didiagnosis menderita pneumonia setelah pulang dari sana.

Kasus ini resmi bergulir ke ranah hukum setelah sejumlah orang tua melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Jogja pada Sabtu (25/4/2026). Di tengah hebohnya dugaan kekerasan tersebut, kesaksian warga sekitar lokasi kejadian mengungkap tabir keseharian di daycare tersebut yang selama ini tampak normal dari luar.

Baca juga: Daycare 'Little Aresha' Jogja Digerebek: Anak diikat Hingga Kena Pneumonia Massal

Sering Dengar Bayi Nangis Tapi dikira Rewel Biasa

F (40), salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi, mengaku terkejut mendengar kabar adanya dugaan penganiayaan. Menurutnya, aktivitas di rumah tersebut tampak seperti tempat penitipan anak pada umumnya.

"Iya ramah, nggak ada apa-apa. Cuma penjemputan, pengantaran doang," ujar F saat ditemui di lokasi.

Namun, F juga tidak menampik bahwa suara tangisan bayi sering terdengar dari dalam bangunan. Namun, ia dan warga lainnya sama sekali tidak menaruh kecurigaan karena menganggap hal tersebut adalah kewajaran bagi anak kecil.

"Ya nangis, nangis. Sering dengar kan namanya juga bayi, pikirnya kita kan rewel atau apa. Cuma gitu aja. Sebenarnya normal ya nggak ada yang mencurigakan ya kalau dari luar," katanya.

Pengasuh Dikenal Ramah Namun Tertutup

Mengenai interaksi pengasuh, F menyebutkan bahwa para pekerja di Little Aresha sebenarnya cukup ramah. Bahkan, para pengasuh sering membawa anak-anak keluar untuk berjemur di area sekitar rumah warga.

Baca juga: Kesaksian Warga Buntut Geger Daycare Little Aresha Jogja diduga Aniaya Anak, Sebut Normal Hingga Numpang Berjemur dirumahnya

"Ramah, orang dijemur di rumah saya. Ya sering dibawa kesitu berjemur gantian," ungkapnya.

Meski demikian, ia mencatat bahwa kegiatan di dalam daycare tersebut cenderung tertutup dari pantauan warga luar. F mengaku sangat kaget ketika mengetahui tempat yang terlihat biasa saja itu kini bermasalah dengan hukum.

"Ya kaget lah. (Tapi) tertutup (kegiatannya)," pungkas F.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU