Jumat, 24 APRIL 2026 • 12:45 WIB

Normalisasi 3 Sungai Besar Jogja Dimulai, Hasto Wardoyo : Winongo Jadi 'Kick-Off' Wisata Mancing

Author

Pemkot Jogja bersama BBWSO saat melakukan normalisasi Sungai Winono, pada Jumat (24/4/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemkot Yogyakarta resmi memulai proyek besar penataan lingkungan melalui normalisasi di tiga sungai utama yakni Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajah Wong. Agenda besar ini diawali dengan aksi nyata di Bendung Tanjung, Patangpuluhan, Wirobrajan, pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan bertajuk kick-off normalisasi ini tidak hanya fokus pada pengerukan sedimen, tetapi juga mengusung misi pemulihan ekosistem dengan penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti, mengatakan bahwa normalisasi ini mendesak dilakukan karena penumpukan sedimen yang sudah sangat tinggi, khususnya di Sungai Winongo.

"Dinas PU bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk melakukan normalisasi di tiga sungai: Gajah Wong, Winongo, dan Code. Saat ini kita mulai dengan kick-off di Sungai Winongo. Kita berharap dengan normalisasi ini, kondisi sungai semakin baik sehingga alam semakin bersahabat dengan kita," ujar Umi di lokasi kegiatan.

Umi menjelaskan bahwa ketidakseimbangan arus akibat sedimen telah memicu kerusakan infrastruktur di bantaran sungai.

"Kita tahu sedimen di Sungai Winongo ini sudah cukup tinggi, terutama di sisi timur, sehingga kemarin mengakibatkan longsor di sisi barat. Harapannya, dengan normalisasi yang dimulai pagi ini, kondisi sungai jadi lebih baik, serta tebing dan permukiman di sekitarnya semakin aman," jelasnya.

Senada, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyoroti banyaknya aktivitas warga di bantaran yang justru merusak fungsi sungai. Ia menemukan lahan sungai yang beralih fungsi menjadi kandang ternak hingga bangunan liar.

"Hari ini kita mulai membersihkan Sungai Winongo. Sudah lama sungai ini tidak disentuh normalisasi, sehingga banyak sedimen dan bahkan digunakan untuk kandang ayam dan aktivitas lain," ujar Hasto.

Hasto menekankan bahwa normalisasi adalah kunci mitigasi bencana bagi warga Kota Jogja yang tinggal di sekitar aliran sungai.

"Kalau sedimen menumpuk di satu sisi, arus akan menghantam sisi lain dan bisa menyebabkan longsor. Dengan normalisasi ini, aliran air akan lebih lancar dan aman. Kita juga memasang red barrier untuk menyaring sampah agar kualitas air tetap terjaga," tegasnya.

Baca juga: UMY Awards 2026: Apresiasi Tokoh Indonesia Berprestasi Global Diumumkan 23 Mei

Lanjut Hasto menyampaikan, Pemkot tidak ingin sungai hanya sekadar saluran air. Dengan penebaran benih ikan secara masif, Wali Kota ingin menciptakan ekosistem yang bisa dinikmati warga sebagai spot memancing dan wisata lokal.

"Kita ingin sungai ini ke depan bisa menjadi destinasi wisata. Kalau bersih, nyaman, dan ada aktivitas, tentu masyarakat akan lebih peduli. Pengawasan akan terus dilakukan oleh komunitas dan masyarakat agar kondisi sungai tetap terjaga," tutur Hasto.

Sementara itu, Kepala BBWS Serayu Opak, Maryadi Utama, menegaskan bahwa pemeliharaan sungai adalah tanggung jawab kolektif melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, swasta, hingga media.

"Kalau kita jaga alam, maka alam akan jaga kita. Kita sudah siapkan dua alat untuk normalisasi Kali Winongo ini, sekaligus penanaman pohon dan penyebaran benih ikan," kata Maryadi.

Baca juga: Wacana Malioboro Full Pedestrian, Pelaku Usaha Hotel Tagih Pemkot Solusi Akses Parkir Bus Pariwisata

Kendati demikian, ia mengakui masih mengalami keterbatasan anggaran pemerintah membuat peran serta masyarakat menjadi sangat krusial.

"Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tentu tidak akan cukup untuk membersihkan seluruh sungai. Karena itu, kita lakukan bersama-sama melalui kolaborasi lintas pihak," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU