Jumat, 13 MARET 2026 • 14:30 WIB

Puncak Arus Mudik Diprediksi 24 Maret, Daop 6 Jogja Siapkan 12 Kereta Tambahan

Author

Potret suasana Stasiun Jogja jelang Lebaran 2026. (Istimewa)

JOGJA - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memprediksi puncak volume keberangkatan penumpang pada masa angkutan Lebaran akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Tanggal tersebut tercatat sebagai hari dengan pemesanan tiket tertinggi di wilayah Daop 6.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan tingginya permintaan tiket membuat KAI menyiapkan tambahan perjalanan kereta untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang hendak mudik.

"Berdasarkan pantauan tiket, untuk volume tertinggi ataupun puncak diprediksi akan terjadi pada tanggal 24 Maret, hari Selasa. Tanggal tersebut merupakan volume tertinggi pemesanan tiket di Daop 6 Yogyakarta," ujar Feni, Jumat (13/3/2026).

Untuk mendukung angkutan Lebaran, Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan 12 kereta api tambahan. Kereta tambahan tersebut terdiri dari 10 kereta api jarak jauh komersial dan dua kereta api Motoris (Motis).

"Selama angkutan Lebaran kami mengoperasikan 12 kereta api tambahan yang terdiri dari 10 kereta api jarak jauh komersial dan dua kereta Motis, yaitu Motis Tengah dan Motis Selatan," katanya.

Ia menjelaskan layanan Motis tersebut melayani keberangkatan dari Stasiun Purwosari dan Stasiun Lempuyangan. Sementara itu, peningkatan jumlah penumpang juga mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari ini, Daop 6 memperkirakan sekitar 15 ribu penumpang akan diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta (Tugu), sedangkan jumlah penumpang yang tiba diperkirakan mencapai 18 ribu orang.

"Jika dirata-ratakan ada peningkatan sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan hari biasanya," jelasnya.

Baca juga: Hasil Tinjauan DPD RI Soal Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Daop 6 Jogja

Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar kawasan stasiun, khususnya di area Pasar Kembang dan akses menuju Stasiun Tugu, KAI telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan rekan-rekan Dishub. Nanti akan ada patroli di akses menuju stasiun, terutama di titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan," kata Feni.

Dishub juga akan menyiapkan barikade jalan guna mencegah parkir liar yang kerap mempersempit akses menuju stasiun.

Kemudian, KAI juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa angkutan Lebaran. Daop 6 Yogyakarta telah menjalin kerja sama dengan BMKG untuk mendapatkan informasi cuaca secara real time.

"Untuk antisipasi cuaca ekstrem, KAI Daop 6 Yogyakarta sudah melakukan MoU dengan BMKG. Setiap hari kami menerima informasi real time selama 24 jam terkait kondisi jalur kereta api,” ujarnya.

Lanjut Feni menyampaikan bahwa KAI juga menambah petugas prasarana yang bertugas memeriksa jalur rel secara langsung.

"Kami menyiapkan 32 petugas pemeriksa jalan yang berjalan kaki sekitar 7 sampai 8 kilometer setiap hari untuk memastikan kondisi jalur tetap aman," imbuhnya.

Selain itu, terdapat tambahan delapan petugas penjaga perlintasan serta tiga petugas khusus yang berjaga selama 24 jam di titik yang dianggap rawan terhadap dampak cuaca ekstrem.

"Untuk titik yang memerlukan perhatian khusus ada dua lokasi, yaitu di wilayah Goprak dan Sumberlawang," katanya.

Jakarta dan Bandung Tujuan Favorit

Adapun tujuan favorit penumpang dari wilayah Daop 6 Yogyakarta pada masa mudik Lebaran tahun ini adalah Jakarta, Surabaya dan Bandung.

"Tujuan favorit penumpang masih Jakarta khususnya Pasar Senen, kemudian Surabaya dan Bandung,” kata Feni.

Baca juga: Suasana Jelang Lebaran 2026 Terasa Makin Hangat, Daop 6 Percantik Dua Stasiun di Jogja

Serta, ia mengungkapkan tingkat okupansi kereta pada saat ini sudah mencapai lebih dari 70 persen. Sementara mendekati hari Lebaran, sejumlah perjalanan kereta diperkirakan akan mencapai tingkat keterisian lebih dari 100 persen.

Untuk keseluruhan masa angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta memproyeksikan adanya peningkatan jumlah penumpang sekitar 5 hingga 8 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.

"Peningkatan ini salah satunya karena adanya penambahan sarana baru, seperti kereta ekonomi kerakyatan yang baru beroperasi tahun ini, serta peremajaan sarana yang kami lakukan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU