Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 20:05 WIB

Sambangi Seminar BRIN di UGM, Megawati Ingatkan Negeri Ini Milik Anak Muda

Author

Megawati Soekarnoputri saat berkunjung di UGM, Rabu (1/10/2025). (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan biodiversitas tropis Indonesia. Kerja sama ini ditegaskan dalam workshop bertajuk “Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGMBRIN”, yang digelar di Balai Senat UGM, Rabu (1/10/2025).

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya semangat nasionalisme dalam pengelolaan keanekaragaman hayati nasional. Ia mengingatkan bahwa riset harus dilakukan tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga demi kedaulatan bangsa.

Anak muda harus ingat bahwa negeri ini milik kalian. Gunakan ilmu dan kemampuan kalian untuk menjaga Indonesia agar tetap merdeka, berdaulat, dan abadi,” ujar Megawati.

Ia juga menyoroti peran penting perempuan dalam dunia riset dan kebijakan. Menurutnya, kontribusi perempuan Indonesia dalam sejarah bangsa seharusnya menjadi pijakan untuk memperkuat partisipasi mereka di sektor ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menegaskan komitmen UGM dalam mendukung konservasi dan pemanfaatan biodiversitas tropis melalui riset-riset kolaboratif. Ia menyebut UGM kini memiliki sejumlah fasilitas unggulan untuk mendukung ekosistem riset biodiversitas.

Kami memiliki Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Integrated Genome Factory (IGF), hingga Bank Genetik PIAT yang telah meraih penghargaan Indonesian Breeder Award. Semua ini bagian dari upaya memperkuat riset biodiversitas yang berdampak nyata,” jelas Ova.

UGM juga mencatat kemajuan signifikan dalam perlindungan kekayaan intelektual (HKI). Sepanjang 2024, UGM berhasil mencatatkan 28 hak cipta dan 30 paten terkait biodiversitas. Hingga September 2025, angka tersebut bertambah dengan 11 hak cipta dan 19 paten baru.

Data ini menunjukkan bahwa UGM tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga berkomitmen melindungi kekayaan hayati nasional secara hukum,” imbuhnya.

Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, menilai kolaborasi dengan UGM sangat strategis untuk menghadirkan inovasi yang dapat dihilirisasi dan menjawab kebutuhan masyarakat serta industri.

Kami melihat UGM sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset biodiversitas, terutama yang mendukung sektor pangan, farmasi, energi terbarukan, dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Handoko.

Baca juga: Narkoba Ditemukan dalam Vape, Guru Besar UGM Desak Pemerintah Perketat Regulasi

Isu penguatan HKI juga menjadi sorotan dalam workshop ini. Anggota Dewan Pengarah BRIN, Dr. Bambang Kesowo, S.H., LL.M., menyebut tata kelola HKI yang kuat merupakan kunci dalam menjaga hasil riset Indonesia agar tidak dieksploitasi oleh pihak asing.

Tanpa perlindungan hukum yang jelas, kekayaan hayati kita bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak luar. Maka dari itu, regulasi HKI harus komprehensif dan melibatkan banyak disiplin ilmu,” katanya.

Bambang juga mendorong agar pendidikan tentang HKI diperluas ke fakultas-fakultas di luar hukum, seperti pertanian, biologi, dan sosial humaniora. Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dalam paparannya menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) sebagai alat ukur kondisi keanekaragaman hayati nasional. IBI mencakup aspek kekayaan spesies, distribusi populasi, serta keseimbangan ekosistem.

"Indeks ini bisa jadi dasar ilmiah untuk merumuskan kebijakan konservasi dan mendukung target SDGs Indonesia,” ungkap Budi.

Baca juga: Mahasiswa UGM Ini Pecahkan Rekor MURI sebagai Orang Indonesia Termuda yang Jelajahi Antarktika

Momentum workshop juga dimanfaatkan untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UGM dan BRIN tentang pelestarian serta pemanfaatan biodiversitas tropis. Selain itu, turut diteken perjanjian kerja sama (PKS) terkait pengelolaan kekayaan intelektual sumber daya hayati.

Dokumen MoU ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., sementara PKS ditandatangani oleh Plt. Direktur Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D. Kegiatan juga diramaikan oleh Mini Expo yang menampilkan beragam hasil hilirisasi riset biodiversitas UGM, mulai dari produk farmasi, pangan, hingga energi berbasis hayati yang telah dilindungi melalui HKI. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU