JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) secara resmi menyambut 12.036 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 dalam kuliah umum bertajuk "Bersama Membangun Masa Depan dari Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas". Acara ini digelar di Gedung Olahraga (GOR) UNY pada Selasa (5/8/2025), dimulai pukul 08.00 WIB.
Hadir dalam kesempatan itu, mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yulianto, yang berhalangan hadir karena persiapan pertemuan nasional cendekiawan di ITB Bandung, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem, Pendidikan Tinggi, dan Sains Teknologi, Muhamad Hasan Chabibie.
Dalam sambutannya, Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, menyampaikan rasa bangga atas peningkatan minat pendaftar ke UNY setiap tahunnya. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini, jumlah mahasiswa yang mengikuti PKKMB ini mencapai 12.306 orang, terdiri dari 1.159 sarjana terapan, 9.598 sarjana, 1.079 magister, 442 doktor dan 28 program profesi insinyur.
Disebutkannya juga, program studi kedokteran Fakultas Kedokteran UNY merupakan prodi terketat persaingannya dengan perbandingan 1:77,34, disusul prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum 1;26,39, prodi Arsitektur Fakultas Teknik 1:23,51, prodi Teknik Industri Fakultas Teknik 1:23,37 dan prodi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 1:22,57.
"Daya saing UNY makin kuat. Untuk seleksi nasional program studi Sarjana dan Sarjana Terapan, tingkat keketatan bisa mencapai 1:14. Bahkan, program studi Kedokteran kami kini menduduki peringkat dua nasional berdasarkan UTBK,” jelas Prof. Sumaryanto.
Ia juga memperkenalkan dua fakultas baru yang telah diresmikan, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Psikologi. Kedua fakultas ini saat ini tengah dalam tahap pembangunan gedung baru setinggi lima hingga tujuh lantai.
Prof. Sumaryanto menambahkan bahwa UNY kembali dipercaya sebagai salah satu perguruan tinggi utama penyelenggara Program Profesi Guru (PPG) daring, bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dengan jumlah peserta mencapai sekitar 24.000 hingga 25.000 orang.
“Prestasi mahasiswa UNY juga patut dibanggakan. Saat ini kami berada di peringkat keempat nasional. Harapannya, posisi ini bisa terus meningkat lewat sinergi seluruh sivitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat,” tutup Rektor.
Staf Ahli Menteri: Tiga Kunci Sukses Menuju Indonesia Emas 2045
Sementara dari sesi kuliah umum yang dipaparkan, Muhamad Hasan Chabibie menyoroti pentingnya peran mahasiswa baru UNY dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
“Dua puluh tahun dari sekarang, kalianlah yang akan memimpin Indonesia. Kami yang sekarang menjabat mungkin sudah pensiun. Maka yang duduk di sini hari ini adalah generasi penerus bangsa yang menentukan masa depan negeri ini,” ujarnya.
Hasan menyampaikan bahwa untuk meraih keberhasilan menuju Indonesia Emas, mahasiswa perlu memegang teguh tiga kunci utama yang disebutnya sebagai 3K yakni Karakter, Kompetensi, dan Koneksi.
“Karakter tidak bisa ditipu. Ia adalah nilai sejati yang akan terbaca sejak bangku kuliah hingga seumur hidup. Kompetensi harus terus diasah, sementara koneksi lewat silaturahmi dan jejaring akan sangat menentukan di dunia nyata,” ungkapnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya belajar secara rasional, tetapi juga melibatkan unsur spiritual dan reflektif dalam proses pembelajaran.
“Banyak yang membaca ‘Iqra’ dengan semangat, tapi lupa melandasinya dengan ‘Bismirobbik’. Akibatnya, bukan insan kamil yang tercipta, melainkan monster peradaban. Ilmu itu harus membawa manfaat, bukan sekadar keuntungan pribadi,” pungkas Hasan.
Kegiatan PKKMB UNY 2025 ini secara resmi ditandai dengan pemakaian jas almamater para perwakilan mahasiswa jenjang sarjana terapan yaitu Muhammad Gibran Islami Pasha dari Fakultas Vokasi, jenjang sarjana Fairuz Khalishah Sastaviana dari Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya, jenjang magister Ahmalia Rahma Ulfiyanti dari Fakultas MIPA dan jenjang doktor Rangga Bayu Rinawan dari Sekolah Pascasarjana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung