Suasana di kawasan Sumbu Filosofis Tugu Jogja. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Libur Lebaran Idul Fitri 2026 diperkirakan akan mendorong lonjakan signifikan pergerakan wisatawan nusantara ke berbagai daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain pemudik, arus masuk ke wilayah ini juga didominasi wisatawan yang memanfaatkan momentum liburan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 8,2 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan ke wilayah Yogyakarta selama periode Lebaran tahun ini. Angka tersebut jauh melampaui jumlah penduduk DIY yang berkisar 3,7 hingga 3,8 juta jiwa, menandakan tingginya mobilitas ke daerah tersebut.
Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si, memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan ke DIY mencapai sekitar 1,46 juta orang. Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman disebut menjadi wilayah dengan tingkat kunjungan tertinggi.
"Tahun ini ada lonjakan yang diduga akibat akses jalan tol yang semakin mendekati pusat kota, jalur utara via Tempel dan jalur timur via Prambanan,” ujarnya di Kampus UGM, Senin (23/3/2026).
Ia menambahkan, puncak arus kedatangan diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran, sementara puncak kunjungan wisata diprediksi berlangsung sekitar 22 Maret 2026.
Di tengah tingginya angka kunjungan, Destha mengingatkan pentingnya perhatian terhadap dampak lingkungan. Lonjakan mobilitas dinilai berpotensi meningkatkan beban lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah di kawasan wisata.
"Jangan sampai euforia nostalgia di Jogja justru meninggalkan masalah sampah yang mencemari citra estetik Yogyakarta. Penting untuk diperhatikan terkait dampak lingkungan dari ledakan jumlah pengunjung ini. Kita sama-sama menjaga agar lonjakan kunjungan tidak meninggalkan lonjakan volume sampah di titik-titik keramaian,” tegasnya.
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Hormati Perbedaan
Menurut Destha, daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata tetap kuat, terutama karena menawarkan berbagai pilihan wisata dengan biaya relatif terjangkau. Selain itu, faktor emosional juga turut berperan dalam menarik wisatawan.
"Jogja ini dikenal sebagai destinasi wisata murah. Jogja juga memiliki sejuta kenangan bagi mereka yang pernah menempuh pendidikan atau bekerja di kota ini. Libur Lebaran tentu menjadi salah satu momen untuk bernostalgia,” katanya.
Sejumlah destinasi populer diprediksi tetap menjadi tujuan utama wisatawan, seperti Malioboro, kawasan Titik Nol Kilometer, Tugu Yogyakarta, Keraton, hingga Taman Sari. Selain itu, kawasan pantai di Kabupaten Bantul dan destinasi baru di Gunungkidul yang menawarkan spot “instagramable” juga diperkirakan ramai dikunjungi.
Destha juga menyoroti potensi kunjungan ke desa wisata dan kampung wisata di wilayah Bantul, Sleman, dan Kulon Progo, yang menawarkan pengalaman berbasis aktivitas serta akomodasi homestay.
"Begitu pula dengan keberadaan kampung wisata dengan homestay termasuk juga desa-desa di wilayah Bantul, Sleman, dan Kulon Progo. Ini tentu berpeluang menerima kunjungan wisatawan, baik yang di daya tarik ataupun paket berkegiatan di desa wisata,” paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail