Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 14:45 WIB

Kapasitas PLTS Atap Warga Meningkat, Pakar UGM Desak Pemerintah Percepat Transisi Energi

Kapasitas PLTS Atap Warga Meningkat, Pakar UGM Desak Pemerintah Percepat Transisi EnergiPotret PLTS (Istimewa)

JOGJA - Capaian bauran energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 15,75 persen. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun masih berada di bawah target yang telah disesuaikan pemerintah sebesar 17 - 19 persen.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan kontribusi terbesar EBT masih berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 7.587 megawatt (MW). Disusul bioenergi 3.148 MW, panas bumi 2.744 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 1.494 MW.

Menariknya, peningkatan kapasitas PLTS lebih banyak didorong oleh pemasangan oleh konsumen pribadi dan sektor non-pemerintah, bukan dari proyek yang direncanakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, Ahmad Agus Setiawan, menilai tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi terbarukan.

"Saya mengapresiasi bahwa generasi muda kita sudah menyadari pentingnya energi baru dan terbarukan, terbukti dengan meningkatnya kapasitas PLTS dari konsumen pribadi," ujarnya, Minggu (21/2/2026).

Baca juga: Tinjau GIK dan Pengelolaan Sampah Terpadu di UGM, Menteri Brian Yuliarto Minta Kampus Fokuskan Hilirisasi Riset

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemasangan PLTS tetap memperhatikan regulasi dan kebijakan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Menurutnya, partisipasi masyarakat perlu berjalan selaras dengan arah kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, Agus menyoroti minimnya tambahan kapasitas PLTS dari proyek pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian angka bauran energi semata.

"Pemerintah harus menunjukkan komitmennya dengan eksekusi nyata di lapangan serta memberikan effort yang lebih besar," katanya.

Ia juga menilai perkembangan energi terbarukan di negara-negara tetangga semestinya menjadi bahan evaluasi bagi Indonesia. Menurutnya, kemajuan negara lain seharusnya menjadi pemacu, bukan justru dipandang sebagai ancaman.

"Jangan sampai sinyal kemajuan energi terbarukan suatu negara diartikan dengan cara yang merugikan," ucapnya.

Agus menambahkan, konsistensi kebijakan dan implementasi di lapangan akan menjadi kunci dalam menarik minat investor, termasuk investor asing. Pemerintah, kata dia, perlu terus mendorong pengembangan berbagai teknologi energi terbarukan, mulai dari teknologi dasar hingga teknologi mutakhir.

Baca juga: Soroti Fenomena Sinkhole Muncul di Gunungkidul dan Sumatera Barat, Pakar UGM Ungkap Faktor Manusia Salah Satu Penyebab

Sehingga, menurutnya dengan selisih capaian yang masih cukup jauh dari target, dorongan terhadap percepatan proyek EBT dinilai menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk memastikan transisi energi berjalan lebih progresif dan terukur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kapasitas PLTS Atap Warga Meningkat, Pakar UGM Desak Pemerintah Percepat Transisi Energi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!