Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 13:35 WIB

Hadiri Talkshow di UGM, Airlangga Hartarto Tegaskan Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Naik Kelas

Hadiri Talkshow di UGM, Airlangga Hartarto Tegaskan Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Naik KelasMenteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. (Istimewa)

JOGJA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya hilirisasi sebagai fondasi strategi ekonomi nasional dalam Grafika Talkshow yang berlangsung di Gedung Smart Green Learning Center (SGLC), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), belum lama ini.

Menurutnya, hilirisasi adalah kunci untuk membawa Indonesia naik kelas di tengah persaingan global. Karena itu, Airlangga menekankan kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah sebagai langkah percepatan transformasi ekonomi nasional.

"Hilirisasi adalah kunci untuk membawa Indonesia naik kelas,” ujarnya.

Sektor nikel menjadi sorotan utama, kata Airlangga, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena tiga pemain besar industri nikel dunia telah menjalin kerja sama riset dengan sejumlah perguruan tinggi di dalam negeri.

"Kami berharap kerja sama semacam ini bisa diperluas agar perguruan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Selain itu, Airlangga menyoroti kebutuhan tenaga terampil, terutama welder atau juru las profesional, yang kini banyak dicari secara internasional.

"Bapak Presiden sudah menargetkan 100 ribu welder. Pemerintah siap menyediakan pendanaan, tinggal bagaimana perguruan tinggi mempercepat kapasitasnya," ungkapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyiapkan skema 100 ribu peserta magang di industri, BUMN, hingga kementerian. Selama enam bulan, peserta akan mendapatkan kompensasi setara UMR yang seluruh biayanya ditanggung pemerintah, diharapkan mempercepat penyerapan tenaga kerja muda. Dipaparkan Airlangga, kebijakan baru terkait kredit berbasis kekayaan intelektual (IP), yang memungkinkan karya inovatif dijadikan jaminan pembiayaan.

"Mulai tahun depan, kita alokasikan 10 triliun untuk kredit berbasis IP atau ekonomi kreatif. Ini peluang besar bagi kampus dan startup," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung sejumlah peluang ekonomi cepat, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui optimalisasi kapasitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Airlangga juga mengingatkan kesiapan Indonesia menghadapi era semikonduktor, Artificial Intelligence (AI), dan komputasi kuantum.

"Indonesia masih tertinggal jauh. Singapura punya 450 startup AI, Indonesia baru 45. Ini harus jadi PR untuk UGM dan perguruan tinggi lain," beber Airlangga.

Baca juga: Dihadiri Kapolri Pada Giat Srawung Agung Bersama Jaga Warga di Polda DIY Hari Ini, Sultan HB X Pesankan Polri Terapkan “Tata, Titi, Tatas, Titis”

Airlangga menambahkan pentingnya hilirisasi mineral mulai dari nikel, tembaga, hingga rare earth metals sebagai fondasi industri masa depan, mulai dari energi, manufaktur canggih, hingga teknologi pertahanan. Menurutnya, dibutuhkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan cepat dibutuhkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

"Kita ingin Indonesia tumbuh hingga 8 persen. Itu hanya mungkin jika kita berlari, bukan berjalan," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hadiri Talkshow di UGM, Airlangga Hartarto Tegaskan Hilirisasi Jadi Kunci Indonesia Naik Kelas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!