Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 05 OKTOBER 2025 • 20:55 WIB

Dibuka 11 Oktober, FKY 2025 Siap Digelar di Gunungkidul, Usung Tema “Adoh Ratu, Cedhak Watu”

Dibuka 11 Oktober, FKY 2025 Siap Digelar di Gunungkidul, Usung Tema “Adoh Ratu, Cedhak Watu”Jumpa pers FKY 2025. (Istimewa)

JOGJA - Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) kembali hadir tahun ini dengan mengusung tema besar “Adoh Ratu, Cedhak Watu”, sebuah refleksi mendalam terhadap adat istiadat masyarakat Gunungkidul. Festival tahunan ini akan berlangsung pada 11–18 Oktober 2025 di Lapangan Logandeng, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Tahun ini menjadi momentum istimewa karena FKY memasuki usia ke-35 sekaligus tahun ketiga pelaksanaan roadmap lima tahunan yang berpindah dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya di DIY. Setelah sebelumnya mengangkat tema “pangan” di Kulon Progo (2023) dan “benda” di Bantul (2024), kini giliran Gunungkidul menjadi tuan rumah dengan kekuatan adat dan tradisi lokal sebagai sorotan utama.

Tema sebagai Cerminan Kemandirian Budaya Ketua FKY 2025, B.M. Anggana, menyebut bahwa tema “Adoh Ratu, Cedhak Watu” dipilih setelah proses riset mendalam sejak Mei 2025. Ia menilai tema ini merepresentasikan semangat kemandirian dan solidaritas masyarakat Gunungkidul, khususnya dalam konteks sosial politik masa kini.

Hari ini, tema tersebut menjadi satu statement yang kuat mengenai kedaulatan rakyat. Adat bukan sekadar warisan, tapi juga kekuatan hidup masyarakat,” ungkap Anggana, Minggu (5/10/2025).

Secara harfiah, "Adoh Ratu, Cedhak Watu" berarti “jauh dari raja, dekat dengan batu”, sebuah metafora untuk menunjukkan kedekatan masyarakat Gunungkidul dengan alam, kerja keras, dan kehidupan yang dibangun secara mandiri di luar pusat kekuasaan.

"Tema ini luar biasa karena menggambarkan hubungan manusia dengan manusia, dengan alam, dan dengan Tuhan. Contohnya terlihat dari cara masyarakat berinteraksi dengan ternak dan lingkungan sekitar,” jelas Dr. Koes Yuliadi, M.Hum, perwakilan dari Steering Committee FKY 2025.

Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Pertemuan Budaya Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menjelaskan bahwa FKY kini tengah menjalani proses rebranding sebagai forum kebudayaan yang merangkul seluruh elemen budaya dan masyarakat.

"Ini adalah tahun ketiga dari rebranding FKY. Kami ingin memperluas makna festival sebagai ruang temu, bukan hanya selebrasi. Semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, menjadi bagian penting,” ujarnya.

Menurut Dian, pemilihan Gunungkidul bukan semata-mata karena giliran, tetapi karena daerah ini memiliki ekosistem budaya yang hidup dan organik.

Baca juga: Dukung Jaga Lingkungan, Pemkab Sleman bersama PT. Jasamarga Jogja-Bawen dan PT. PII Tanam Ribuan Bibit Pohon

Dian menambahkan, FKY 2025 menjadi bukti bahwa budaya hidup tak hanya ada di pusat, tetapi juga tumbuh subur dari pinggiran, dari kedekatan masyarakat dengan tanah, tradisi, dan satu sama lain.

Gunungkidul dan adat istiadat adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Tradisi di sini tumbuh bersama sejarah dan diwariskan secara alami dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dian.

Dibuka dengan Pawai Rajakaya, Deretan Program Unggulan Siap Hadir FKY 2025 akan dibuka secara resmi pada 11 Oktober 2025 dengan Pawai Rajakaya, sebuah arak-arakan unik yang menampilkan kambing ternak, bregada prajurit khas Yogyakarta, pembawa ubo rampe gumbregan, serta pasukan panji desa hasil dari Kompetisi Panji Desa. Selama sepekan, pengunjung akan disuguhkan berbagai program tematik yang merepresentasikan adat istiadat Gunungkidul.

Beberapa program unggulan diantaranya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dibuka 11 Oktober, FKY 2025 Siap Digelar di Gunungkidul, Usung Tema “Adoh Ratu, Cedhak Watu”

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!