Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 14:45 WIB

Peringatan Dies Natalis ke-70, Fisipol UGM Dorong Strategi Hadapi Krisis Sosial

Peringatan Dies Natalis ke-70, Fisipol UGM Dorong Strategi Hadapi Krisis SosialDosen Fisipol UGM (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan komitmennya dalam merespons berbagai bentuk ketidakpastian sosial yang tengah dihadapi masyarakat, melalui pendekatan akademik yang inklusif dan adaptif. Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-70 Fisipol UGM yang digelar belum lama ini yang berlangsung di Auditorium Fisipol UGM, mengusung tema "From Uncertainty to Opportunity: Communities Shaping a Shared Future."

Dalam sambutannya, Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menyoroti pentingnya refleksi atas perjalanan panjang institusi dalam menghadirkan kontribusi nyata terhadap perubahan sosial. Ia menyebut, kontribusi tersebut tak hanya datang dari institusi secara kolektif, tetapi juga dari individu yang berada di dalamnya.

Kami bersyukur atas capaian-capaian yang telah diraih, tetapi lebih dari itu, kami ingin memperkuat bagaimana ilmu pengetahuan bisa menjawab tantangan nyata di masyarakat. Ketidakpastian bukan untuk dihindari, melainkan dikelola sebagai peluang membangun masa depan bersama yang lebih tangguh,” ujar Wawan.

Baca juga: Ekonom UGM Desak Pemerintah Tindak Tujuh Masalah Darurat Ekonomi, Apa Saja ?

Ia menambahkan, Fisipol akan terus memperkuat peran di tiga aspek Tridharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan pendekatan yang relevan terhadap dinamika zaman.

Dalam pidato ilmiah yang menjadi bagian dari perayaan tersebut, Guru Besar Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, mengajak seluruh sivitas akademika untuk merenungkan kondisi sosial masyarakat di tengah gelombang ketidakpastian yang semakin kompleks.

Ketidakpastian sosial hadir dalam berbagai skala, mulai dari perubahan iklim global, ketidakstabilan ekonomi nasional, hingga persoalan lokal yang beragam. Namun kita tidak sepenuhnya tanpa pertahanan,” jelas Janianton.

Baca juga: Biothoprak Ala Fakultas Biologi UGM “Ande-Ande Lumuten” Singgung Isu MBG

Ia menekankan bahwa masyarakat Indonesia memiliki modal sosial yang kuat dalam menghadapi krisis. Tradisi gotong royong, jaringan solidaritas antarwarga, hingga praktik ekonomi komunitas dinilai menjadi penyangga efektif di tengah kondisi sulit.

Ini bukan hanya soal kekhawatiran, tetapi juga pengingat bahwa komunitas akademik harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kita perlu merumuskan agenda masa depan yang berpijak pada nilai pengakuan, solidaritas, dan moral sosial,” tegasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Peringatan Dies Natalis ke-70, Fisipol UGM Dorong Strategi Hadapi Krisis Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!