Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 APRIL 2026 • 14:40 WIB

Hari Kartini 2026 : Komunitas Onthel Bersama Perempuan Berkebaya Napak Tilas di Sumbu Filosofis Jogja Kampanyekan Jaga Martabat "Kartini Modern"

Hari Kartini 2026 : Komunitas Onthel Bersama Perempuan Berkebaya Napak Tilas di Sumbu Filosofis Jogja Kampanyekan Jaga Martabat Kartini ModernSemarak Hari Kartini 2026 oleh komunitas onthel Yogyakarta dan Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Memperingati hari perjuangan RA Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita yang jatuh pada hari ini Selasa (21/4), dimana sebelumnya Senin (20/4) suasana sumbu filosofi Yogyakarta tampak berbeda yakni puluhan perempuan dengan balutan kebaya anggun nampak kontras namun serasi bersanding dengan sepeda-sepeda tua milik komunitas onthel. Mereka melakukan konvoi simpatik dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta guna memperingati Hari Kartini tahun 2026.

Acara tersebut diikuti sekitar 20 anggota komunitas ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi yang syahdu di bawah naungan Tugu Yogyakarta dengan iringan musik dari Gita Cinta Orkestra.

Ketua Paguyuban Onthel Djogjakarta (POJOK), Towil, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat Kartini di era modern melalui simbol kearifan lokal dan transportasi ramah lingkungan.

"Kartini bersepeda lagi di masa kini, jadi tidak kaget dengan orang bersepeda dan perempuan berkebaya ini memang menggelorakan kembali ayo tetap bersepeda tidak akan ketinggalan zamannya. Jadi tetap ramah lingkungan, hemat energi ya pasti adalah save of earth," ujar Towil di sela-sela kegiatan.

Menurut Towil, pemilihan rute dari Tugu menuju Titik Nol bukan tanpa alasan. Menurut Towil, rute ini merupakan garis imajiner yang sarat filosofi. Di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang serba cepat, komunitas ini ingin menciptakan ruang hening untuk menyampaikan pesan positif.

"Ya pasti kegelisahan ya dengan semua euforia yang serba cepat pastinya jadi serba digital ini dan kita juga butuh tempat, butuh waktu, butuh ruang yang untuk menyampaikan bahwa kita masih bersepeda, masih kita menggerakkan sebuah gagasan atau ide-ide kearifan lokal di mana Yogyakarta adalah sebuah tempat yang sangat epic kemudian juga sangat dinamis untuk menyampaikan hal-hal yang positif," katanya.

Towil juga menekankan pentingnya menjaga martabat bagi "Kartini Modern" tanpa melupakan kemajuan zaman.

"Ayo kita kembalikan lagi semangatnya ayo kita kembalikan lagi membacanya, menulisnya kemudian ayo kita tidak lupa dengan modernisasi ini tapi juga punya martabat dan harga dan martabat yang tinggi kita junjung, kita rengkuh kita sampaikan yang sebaik-baiknya, kita punya visi dan misi yang sangat agung bahwa perlu kesadaran yang sangat tinggi untuk menyampaikan atau melanjutkan cita-cita dari Ibu kita Kartini itu sendiri," ucapnya.

Baca juga: Layani Belasan Peserta Difabel yang Lakukan UTBK-SNBT 2026 Hari Ini, Kata UGM Khusus Peserta Tuli dan Netra Lakukan Tes di UNY

Senada, Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (KPB) Yogyakarta, Margareta Tinuk Suhardini, menyoroti pentingnya literasi bagi perempuan di tengah banjir informasi digital. Baginya, semangat Kartini di masa kini adalah tentang kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan identitas.

"Kartini modern tetap harus bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman. Saat ini era digital semakin maju dan kami harus mampu beradaptasi dengan kemajuan jaman ini harus banyak belajar supaya tidak tertinggal dengan generasi-generasi yang saat ini supaya kesenjangannya tidak terlalu jauh, kami harus terus belajar mengikuti semampu kami, tidak berhenti belajar itu saja kuncinya," kata Tinuk.

Tingkatkan Literasi, Kebaya Sayap Keberanian

Serta, ia menyampaikan bahwa membaca adalah senjata utama untuk menyaring berita bohong (hoaks) demi melindungi keluarga.

"Membaca itu menjadi hal yang tidak boleh dilupakan ya literasi, karena banyak info-info yang sekarang perlu diteliti lagi benar atau tidak itu hanya bisa diatasi dengan banyak membaca, banyak mengumpulkan informasi. Sehingga kita bisa lebih mampu untuk mencari ini berita benar atau tidak itu kan juga nanti sangat berguna untuk kita mendampingi keluarga supaya keluarga kita juga bisa mengatasi berita-berita dari luar yang bersimpang siur," terangnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Kartini 2026 : Komunitas Onthel Bersama Perempuan Berkebaya Napak Tilas di Sumbu Filosofis Jogja Kampanyekan Jaga Martabat "Kartini Modern"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!