Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 15:35 WIB

Tips Atasi Nyeri Punggung Bawah dari Dokter RSA UGM

Tips Atasi Nyeri Punggung Bawah dari Dokter RSA UGMNyeri punggung baawah (Istimewa)

JOGJA - Perubahan pola kerja pasca pandemi Covid-19 memicu meningkatnya kasus nyeri punggung bawah, terutama pada kelompok usia produktif 20-40 tahun. Menurut jurnal The Lancet 2023 yang memuat data dari "Low Back Pain Collaborators," , low back pain atau nyeri punggung bawah telah memengaruhi 619 juta orang di seluruh dunia, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 843 juta kasus pada 2050.

Menanggapi fenomena ini, dr. Yoga Rossi Widya Utama, Sp.N, dokter spesialis Neurologi Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, memberikan sejumlah langkah pencegahan untuk menghindari nyeri punggung bawah agar tidak semakin parah.

Yoga menjelaskan, penyebab utama nyeri punggung bawah adalah rendahnya intensitas olahraga dan pola olahraga yang kurang tepat.

"Nyeri punggung ini disebabkan oleh posisi tubuh yang sama terus-menerus, seperti duduk atau berdiri terus-menerus. Apalagi ketika tubuh tidak banyak bergerak, terutama karena kurang olahraga," ujarnya, Sabtu (23/1/2026).

Ia menjelaskan, kasus nyeri punggung bawah meningkat pada kelompok usia produktif karena perubahan pola kerja.

"Padatnya aktivitas di dalam ruangan, termasuk pertemuan-pertemuan dalam jaringan menjadikan pola hidup sedentari umum dimiliki oleh para pekerja. Akibatnya, otot, sendi, dan tulang punggung bawah rawan mengalami nyeri," kata Yoga.

Baca juga: Warga Lamongan Pasti Bangga, Dea Angelia Kamil Raih Gelar Doktor dari UGM di Usia 26 Tahun 11 Bulan

Selain kurang bergerak, Yoga menyebut penyebab lain nyeri punggung bawah adalah postur tubuh yang buruk dan menetap, serta gerakan berulang atau aktivitas berat dengan teknik yang salah, terutama dalam waktu lama.

"Nyeri punggung bawah dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dilakukan. Misal, apakah akan kena ke otot, sendi, atau tulang," jelasnya.

Menurutnya, nyeri punggung bawah dapat menyerang otot, sendi, atau tulang, tergantung bagian tubuh yang paling sering digunakan. Namun, bagian yang paling sering terkena adalah otot punggung bawah akibat kebiasaan duduk lama.

Untuk mencegah nyeri punggung bawah, Yoga menyarankan beberapa langkah sederhana, antara lain menjaga postur tubuh dan melakukan peregangan.

"Saya sangat menyarankan penerapan kursi dan meja ergonomis yang mendukung lekuk alami tulang belakang. Selanjutnya, lakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki, latihan otot ringan, dan berenang secara intens, rutin, dan dengan teknik yang tepat agar tidak membebani punggung bawah. Selain itu, tidur nyenyak yang cukup dan asupan makanan juga perlu diperhatikan sebagai fondasi dasar untuk membangun kesehatan tubuh," ungkapnya.

Baca juga: Wacana MBG Menyasar Bumil dan Bayi, Pakar UGM Beri Solusi Ini

Gejala nyeri punggung bawah biasanya ditandai dengan nyeri tumpul atau tajam di area punggung bawah, kesulitan berdiri tegak atau duduk lama, hingga nyeri yang menjalar ke kaki. Apabila mengalami gejala tersebut, Yoga menganjurkan dua langkah utama, yakni istirahat cukup dan mengompres punggung dengan air hangat atau dingin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tips Atasi Nyeri Punggung Bawah dari Dokter RSA UGM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!