Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 12 JULI 2025 • 15:50 WIB

Terbuka untuk Umum, Sleman Temple Run 2025 Usung Semangat Satu Dekade, Semua Pelari Masuk Ratu Boko : Akan Ada Ribuan Pelari Internasional

Terbuka untuk Umum, Sleman Temple Run 2025 Usung Semangat Satu Dekade, Semua Pelari Masuk Ratu Boko : Akan Ada Ribuan Pelari InternasionalPress Conference Sleman Temple Run 2025 di Kawasan Candi Ratu Boko, Kabupaten Sleman, DIY, Pada Sabtu (12/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Event lari tahunan bertaraf internasional Sleman Temple Run (STR) akan kembali hadir pada bulan Agustus mendatang. Tahun ini, STR memasuki tahun ke-10. Memasuki satu dekade, event lari lintas alam yang mengusung konsep sport tourism ini tampil berbeda dengan membawa semangat baru yakni seluruh peserta dari semua kategori jarak akan melewati situs sejarah Candi Ratu Boko.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menyampaikan bahwa STR kini telah menjadi event bertaraf internasional yang diakui oleh International Trail Running Association (ITRA).

"STR ini sudah memasuki tahun ke-10 sejak pertama digelar tahun 2015. Alhamdulillah sekarang sudah masuk kalender internasional dan mendapat rekomendasi dari ITRA,” ujar Ishadi dalam konferensi pers di Kawasan Candi Ratu Boko, Kabupaten Sleman, DIY, pada Sabtu (12/7/2025). 

STR 2025 akan mengambil garis start dan finish di Candi Banyunibo. Namun berbeda dari tahun sebelumnya, seluruh peserta termasuk kategori 7K yang biasanya hanya menikmati area sekitar, kini akan turut melewati Candi Ratu Boko. Sebelumnya, hanya pelari kategori 15K dan 30K yang memasuki area situs tersebut.

Ini menjadi bagian dari upaya kami mempromosikan Candi Boko agar lebih dikenal luas, tak hanya Prambanan saja. Maka logo di jersey dan medali tahun ini juga berganti, kini menampilkan Candi Boko (sebelumnya Candi Prambanan),” imbuhnya.

Tak hanya sekadar ajang olahraga, lanjut Ishadi, STR juga menjadi wadah promosi wisata budaya. Sleman yang dikenal sebagai Kabupaten Seribu Candi, menyimpan banyak situs sejarah seperti Candi Ijo, Candi Barong, dan lainnya. Para pelari akan melintasi candi-candi tersebut sembari menikmati pesona alam Prambanan.

"(Jadi) Selain menjadikan STR ini wadah promosi, melalui sport tourism, tentu ada upaya lanjutan promosi lainnya yaitu melalui travel dialog dan pemasaran langsung ke luar daerah. Dalam hal ini, kami libatkan pelaku wisata, pusat oleh-oleh, hotel, dan biro perjalanan untuk promosi ke luar daerah. Biasanya langsung direspons oleh sekolah-sekolah yang tertarik datang dengan rombongan,” pungkas Ishadi.

Baca juga:  Sambangi Balai Lansia di Bantul, Komisi D DPRD DIY Soroti Daya Tampung dan Kurangnya Rekreasi Para Lansia

Sementara itu, Race Director STR 2025, Roostian Gamananda, menyebutkan bahwa respons pendaftar tahun ini sangat positif yakni hampir 1.000 peserta telah terdaftar, termasuk pelari dari 15 negara yang telah mengonfirmasi kehadiran. Namun, tahun ini panitia menargetkan kehadiran peserta dari 21 negara tahun ini.

Karena STR ini satu-satunya event di dunia di mana pelari bisa berlari sangat dekat dengan candi. Bahkan lebih dekat daripada event serupa di luar negeri. Terlebih, yang istimewa tahun ini adalah semua pelari tanpa terkecuali akan masuk ke kawasan Candi Ratu Boko. Ini akan menjadi unique selling point kami di STR 2025,” ujar Roostian.

Dari sisi wilayah setempat, Menurut Panewu Prambanan, Andi, masyarakat setempat sangat antusias menyambut gelaran ini. Sehingga, STR juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian rakyat dari enam kelurahan di Prambanan.

Kami sudah koordinasi dengan enam kelurahan untuk menampilkan kesenian lokal di titik-titik candi. Ini juga menjadi ajang promosi budaya dan potensi lokal,” ujar Andi.

Meski demikian, Andi berharap geliat pariwisata yang ditopang oleh event seperti STR dapat mendorong pengembangan homestay atau guest house oleh warga. Hal ini akan meningkatkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Prambanan.

"(Harapan) kami adalah untuk lebih menambah guest house atau tempat penginapan yang ada di wilayah Prambanan. Karena kami merasa bahwa saat ini masih kurang, pasalnya dari hampir seribu peserta sebagian besar mungkin masih tinggal di luaran wilayah Prambanan. Jadi, ada baiknya jika tahun tahun ke depan ini bisa seribu peserta itu bisa tinggal dan berkegiatan di Prambanan sini," harapnya.

Baca juga: UGM dan Kagama Siap Gelar UGM Trail Run 2025 di Kawasan Kaliurang, Targetkan 2.000 Pelari, Terbuka untuk Umum

"Kemudian kami mau membangun dari pihak pariwisata nanti untuk bisa membina masyarakat kami, terkait bagaimana membuat suatu guest house yang nyaman dan sesuai dengan standar yang diharapkan," pungkas Andi.

Sebagai informasi, pendaftaran STR 2025 akan ditutup pada akhir pekan depan. Panitia membuka peluang diskon kolektif bagi komunitas pelari yang ingin mendaftar bersama serta telah menyiapkan hadiah kejuaraan yang menarik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Terbuka untuk Umum, Sleman Temple Run 2025 Usung Semangat Satu Dekade, Semua Pelari Masuk Ratu Boko : Akan Ada Ribuan Pelari Internasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!