Menkeu Purbaya Minta Tak Takut Rupiah Melemah: Fokus Jaga UMKM, Kami Pangkas Bunga UMi 8 Jadi Persen
JOGJA - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi dengan tenang fenomena pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pelemahan tersebut dipicu oleh faktor-faktor eksternal di tingkat global yang berada di luar kendali pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Menkeu usai membuka secara resmi acara Pasar Rakyat UMi 2026 yang berlangsung di Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, pada Kamis (16/7/2026).
"Yang melemahkan Rupiah saat ini adalah beberapa sentimen global dan pasar dunia yang memang tidak bisa kita kendalikan. Tapi selama kita bisa pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh dan usaha-usaha seperti UMKM yang terlibat di sini tetap hidup, lama-kelamaan Rupiah juga akan menguat," ujarnya.
Purbaya menyebut bahwa daya tarik investasi Indonesia di mata investor global sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi riil dan stabilitas nasional. UMKM memegang peranan kunci dalam menciptakan stabilitas tersebut.
"Investor pasti akan berinvestasi di tempat yang ekonominya tumbuh dengan baik dan stabilitas sosial-politiknya terjaga. Kalau UMKM bisa tumbuh dengan kuat, sudah pasti stabilitas sosial dan politik akan ikut terjaga," jelasnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama seluruh jajaran pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian khusus bagi keberlangsungan pelaku usaha cilik ke depannya.
"Kami dari Kementerian Keuangan dan Pemerintah akan memastikan bahwa ekonomi UMKM terus diperhatikan ke depannya," tegas Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya membeberkan langkah konkret yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menstimulus sektor mikro. Salah satunya adalah kebijakan pemangkasan suku bunga pinjaman untuk Usaha Ultra Mikro (UMi) secara drastis guna meringankan beban para pelaku usaha.
"Pak Presiden bahkan sudah memastikan bahwa bunga pinjaman ke usaha mikro (UMI) bisa turun dari 22 persen ke 8 persen. Itu adalah salah satu indikasi keberpihakan Bapak Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, terutamanya ekonomi rakyat dan UMKM," ungkapnya.
Baca juga: Wacana Kopdes Jadi Penyalur Barang Subsidi, Menkeu Purbaya : Bisa Untung Kalo Nggak Korupsi
Kendati demikian, ia optimistis Rupiah akan kembali perkasa jika fondasi ekonomi domestik, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetap terjaga dengan kuat. Karena itulah, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak panik menghadapi gejolak pasar global dan tetap fokus memperkuat otot ekonomi dalam negeri.
"Jadi, kita fokus di situ saja karena kita tidak bisa mengendalikan faktor global. Selama kita bisa menjaga ekonomi dalam negeri, harusnya kita tidak takut," pungkas Purbaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung