Minggu, 12 JULI 2026 • 14:00 WIB

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Buntut Dugaan Pelecehan, Rektorat Sebut Kemungkinan Ada Korban Lain

Author

Ilustrasi dugaan pelecehan. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menindaktegas terkait isu dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu tenaga pendidiknya. Seorang oknum dosen di Program Studi (Prodi) Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), resmi dinonaktifkan sementara dari seluruh aktivitas akademik maupun non-akademik.

Keputusan skorsing ini diambil menyusul investigasi awal yang digelar oleh pihak prodi, fakultas, serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UMY pada Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Geger Chat Dugaan Pelecehan oleh Dosen Farmasi UMY, Rektorat Langsung Panggil Pelaku Besok

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa sanksi administratif ini merupakan bentuk respons cepat kampus setelah kasus tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi awal, Universitas menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh tugas akademik dan nonakademik," ujar Prof. Achmad Nurmandi dalam keterangan resminya.

Nurmandi menjelaskan, status penonaktifan ini akan terus berlaku hingga proses pemeriksaan menyeluruh selesai dan keluar keputusan final dari pihak otoritas universitas.

Tidak berhenti di situ, Satgas PPKPT UMY saat ini juga tengah bergerak aktif untuk mendalami kasus ini. Petugas sedang menelusuri kemungkinan adanya korban atau kasus serupa lainnya yang belum sempat dilaporkan ke permukaan. Pihak rektorat juga menjamin bahwa mahasiswi yang menjadi korban akan mendapatkan ruang aman dan haknya secara penuh.

"Kampus berkomitmen penuh untuk memberikan perlindungan rahasia, ruang laporan yang aman, hingga pendampingan psikologis bagi para korban agar terhindar dari intimidasi," jelas Nurmandi.

Mengingat proses penyelidikan internal masih berjalan, Rektor UMY mengimbau kepada seluruh civitas academica dan masyarakat luas untuk tetap tenang. Ia meminta publik tidak menyebarkan spekulasi liar atau identitas pihak-pihak terkait yang belum terverifikasi demi menjaga objektivitas pemeriksaan.

Baca juga: Perkuat Ajang Olahraga, KONI DIY Teken Kerja Sama Lintas Sektor, UMY Siap Support Riset Hingga Beasiswa

Pihak kampus pun memastikan tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan seksual di lingkungan pendidikan mereka.

"UMY menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keamanan, kenyamanan, dan martabat setiap individu di lingkungan kampus," pungkas Nurmandi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU