Senin, 06 JULI 2026 • 16:00 WIB

Tembus UGM dengan "Screen Reader", Ini Cerita Angel Mengejar Mimpi Jadi Peneliti

Author

Potret Angela Electra Vega Suseno. (Istimewa)

JOGJA - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Angela Electra Vega Suseno. Gadis berusia 17 tahun asal Yogyakarta ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menggapai mimpi. Angel, sapaan akrabnya, baru saja dinyatakan lolos seleksi masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Penyandang tunanetra total sejak kecil ini resmi diterima di program studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebahagiaan pribadi, tetapi juga melengkapi tradisi keluarga besarnya sebagai alumni UGM.

"Ayah alumni Teknik Elektro, Mama dari MIPA Ilmu Komputer, kakak D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan FKKMK. UGM ini sudah jadi mimpi saya sejak masih SMP," ujarnya, Senin (5/7/2026).

Perjalanan Angel hingga ke bangku kuliah tidak terlepas dari kegigihannya beradaptasi. Selama menempuh pendidikan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Angel terbiasa memanfaatkan teknologi screen reader pada gawainya. Metode ini membantunya mengakses materi pelajaran yang dikirim guru dalam format PDF secara mandiri.

Baca juga: DIY Darurat Klitih - Kenakalan Remaja, Pemda Gandeng UGM Bentuk Satgas Khusus

Tak hanya akademis, Angel juga aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti band, bernyanyi, hingga public speaking. Meski sempat selalu didampingi sejak SD, Angel mengaku masa SMA menjadi titik baliknya untuk berinteraksi lebih mandiri.

"Saya bersyukur teman-teman di sekolah sangat terbuka dan membantu saya berdinamika. Jadi, saya tidak merasa kesulitan sama sekali untuk mengikuti pelajaran sampai lulus," tuturnya.

Proses menuju UGM pun penuh perjuangan. Angel mengaku harus beradaptasi dengan penggunaan komputer yang baru pertama kali ia jamah saat ujian SNBT. Berbekal panduan shortcut khusus, ia berhasil mengatasi rasa panik.

Selain bimbingan belajar privat, Angel juga mengandalkan kanal YouTube "Laksana Rangkuman Audio UTBK" sebagai sarana belajar utama yang ramah bagi penyandang disabilitas tunanetra.

"Sebelum mulai, saya diberikan kisi-kisi shortcut untuk mengisi soal, seperti Alt+A untuk soal sebelumnya. Untungnya saya bisa beradaptasi dengan cepat, jadi kepanikan tidak mengganggu saat mengerjakan," kenangnya.

Angela Electra Vega Suseno. (Istimewa)

Memasuki dunia perkuliahan, Angel menyadari tantangan adaptasi akan jauh lebih besar. Untuk itu, ia telah menyiapkan langkah strategis, yakni bergabung dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM dan komunitas riset untuk mengasah minatnya di bidang penelitian.

Baca juga: Dikukuhkan Jadi Guru Besar Biologi UGM, Prof Hendry Saragih Ungkap Potensi Industri Ayam Lokal

Angel memberikan pesan hangat bagi sesama penyandang disabilitas yang sedang berjuang menggapai cita-cita.

"Tetap semangat karena kita tidak tahu rencana Tuhan itu indah buat kita. Apapun jalan yang kita pilih, selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU