Jumat, 03 JULI 2026 • 20:35 WIB

Bakal Di-Launching Pertengahan Juli, Apa Itu Gerakan RANA yang Dibahas Menko Pratikno Bersama Sultan HB X?

Author

Menko PMK), Pratikno, menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Jumat (3/7). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Jumat (3/7). Pertemuan ini dilakukannya untuk meminta dukungan sekaligus menyerap inspirasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait program nasional terbaru, salah satunya "Gerakan RANA" (Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak).

Pratikno menjelaskan bahwa Gerakan RANA sengaja digaungkan bertepatan dengan momentum penerimaan siswa baru dan dimulainya tahun ajaran baru. Program ini bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan di berbagai lini kehidupan.

"Gerakan RANA itu ruang aman dan nyaman untuk anak. Jadi anak harus dijamin mendapatkan keamanan dan kenyamanan baik itu di ruang keluarga, di satuan pendidikan, di ruang publik, maupun di ruang digital," ujar Pratikno kepada wartawan usai pertemuan.

Ia menyebut, DIY dipilih sebagai salah satu pilar penting gerakan ini karena statusnya sebagai kota pendidikan yang kaya akan inovasi. Selain implementasi RANA, Kemenko PMK juga membidik skema pendidikan inklusif bagi kelompok disabilitas yang selama ini sudah berjalan baik di wilayah Yogyakarta.

Menurutnya, salah satu program yang menjadi sorotan adalah perluasan pendidikan bahasa isyarat. Menurut Pratikno, bahasa isyarat tidak boleh eksklusif hanya untuk anak-anak tuli, melainkan juga harus dipelajari oleh anak-anak yang bisa mendengar agar komunikasi dua arah dapat terwujud.

"Kita harus memberikan akses yang sama kepada seluruh anak bangsa dan disabled ini jumlahnya besar, bermacam-macam. Sekali lagi, no one left behind, tidak ada yang tertinggal. Jadi yang disabled juga punya akses yang sama untuk pendidikan juga untuk kesempatan kerja," tegasnya.

Baca juga: Dihadiri Menko Pratikno Dan Sultan HB X Dalam Forum Kagama : Moralitas Pemimpin Jadi Kunci di Tengah Pengetatan Fiskal dan Ancaman Bencana

Pratikno mengungkapkan bahwa Sri Sultan HB X memberikan respons positif dan meminta agar program pelatihan bagi penyandang disabilitas diperkuat, terutama agar mereka bisa mengakses lapangan kerja secara mandiri.

"Nah, karena itu ini menjadi satu program beliau tadi Ngarsa Dalem juga menyampaikan ada keinginan beliau juga untuk Ini ditambah lagi, diperkuat lagi DIY punya program untuk training-training bagi pendidikan disabled bisa mengakses lapangan kerja Itu juga menjadi prioritas kami di komunikasi PMK," jelas Praktikno.

Gerakan RANA ini dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 12 Juli oleh Kementerian Agama, dan disusul pada tanggal 13 Juli oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Fokus utama gerakan ini mencakup tiga aspek yakni diantaranya edukasi (untuk anak, orang tua, dan guru), penyediaan infrastruktur yang aman di sekolah, serta sistem pengaduan yang terintegrasi.

Baca juga: Lurah Condongcatur ditahan Akibat Korupsi TKD, Sultan HB X: Saya Sendiri yang Minta Diproses Hukum!

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa jika anak-anak merasakan indikasi ketidaknyamanan atau risiko kekerasan, mereka tahu harus mengadu ke mana. Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian PPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) serta kepolisian untuk memberikan respons cepat.

"Mari kita sama-sama, seluruh unit satuan pendidikan, orang tua, masyarakat umum juga bersama-sama karena aman dan nyaman itu bukan hanya di sekolah tapi di ruang publik, di keluarga, dan juga di ruang digital karena digital itu juga berisiko pada kesehatan mental anak," pungkas Pratikno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU