Merapi Masih Siaga 3, Sultan HB X Sebut Warlok Sudah Paham, Tapi Ingatkan diluar Warlok Tak Nekat Mendaki
JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menghimbau para wisatawan dan pendatang untuk tidak nekat mendekati atau mendaki ke puncak Gunung Merapi yang saat ini masih menunjukkan aktivitas erupsi.
Menurut Sultan, kondisi Merapi saat ini relatif dipahami dengan baik oleh warga lokal yang tinggal di sekitar lereng. Namun, kewaspadaan ekstra justru harus diterapkan oleh para pelancong yang sedang berlibur terutama di wilayah Yogyakarta.
"Nah saya tidak tahu persis ya, itu mestinya yang lebih tahu BPPTKG ya kan, ya memang sebetulnya kalau masyarakat sekitar Merapi itu paham ya kan, dia pun juga tidak mau turun karena hanya mengalir aja paling-paling dari atas 2 kilo, 2 setengah kilo. Berarti tidak sampai pemukiman, mereka sudah tahu sebetulnya," ujar Sultan saat ditemui di Gedung DPRD DIY, Kamis (2/6/2026).
Meski warga lokal sudah terbiasa dan memahami mitigasi mandiri terkait jarak aman luncuran yang berkisar antara 2 hingga 2,5 kilometer dari puncak, Sultan menaruh perhatian khusus kepada para turis. Ia meminta para pendatang yang berniat berwisata untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas di area rawan.
"Tapi harapan saya bagi turis, bagi pendatang dalam arti dia memang mau berwisata nah itu saya mohon jangan naik ke atas kan gitu. Kalau masyarakatnya, sekitarnya kan sudah paham, tapi pendatang yang belum hanya sekedar mau bervakansi berlibur tahu kalau ada aktivitas Merapi ya hati-hati, ya sementara ini jangan naik," tegas Ngarsa Dalem.
Diberitakan sebelumnya, BPPTKG kembali menegaskan rekomendasi aktivitas Gunung Merapi tidak berubah meski sempat muncul aktivitas pendakian menuju kawasan Pasar Bubrah.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, kewenangan terkait pendakian berada di Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Sementara BPPTKG tetap mengacu pada rekomendasi kebencanaan yang diterbitkan melalui MAGMA Indonesia.
"Untuk berkaitan pendakian kewenangan ada di TNGM. Kalau dari BPPTKG rekomendasi masih sama dengan rekomendasi dari MAGMA VAR," jelasnya, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Viral Wacana Pendakian Gunung Merapi dibuka Sampai Pasar Bubrah, TNGM Ingatkan Bahaya Erupsi
BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya masih berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Di sektor tenggara, kata dia, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Selain itu, apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.
"Sekali lagi, kami meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di kawasan potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran saat hujan, serta mengantisipasi kemungkinan hujan abu vulkanik," tandas Agus.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Masyarakat dan wisatawan diharapkan tetap memperbarui informasi resmi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) demi keselamatan bersama selama masa liburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung