Rabu, 22 APRIL 2026 • 16:40 WIB

Didominasi Perempuan, UGM Wisuda 1.638 Lulusan Pascasarjana

Author

Wisuda Program Pascasarjana UGM pada Periode III Tahun Akademik 2025/2026. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 1.638 lulusan Program Pascasarjana pada Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan lulusan tersebut terdiri atas 1.388 magister (S2), 83 spesialis, 21 subspesialis, dan 146 doktor (S3). Sejumlah lulusan di antaranya merupakan warga negara asing.

Prosesi wisuda digelar selama dua hari di Grha Sabha Pramana. Pada hari pertama, Rabu (22/4), sebanyak 849 lulusan dari sembilan fakultas dan Sekolah Pascasarjana mengikuti wisuda. Sementara 789 lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti prosesi pada hari kedua, Kamis (23/4).

Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan atas capaian akademik yang diraih. Ia menegaskan keberhasilan tersebut menjadi bagian dari kontribusi UGM dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

"Untuk saat ini, UGM berada di peringkat 224 dunia dalam hasil pemeringkatan QS WUR 2026," ujarnya.

Ia menyoroti peningkatan reputasi global UGM, termasuk capaian 28 bidang ilmu yang masuk dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026. Salah satunya, bidang Theology, Divinity and Religious Studies yang berhasil menembus peringkat 45 dunia.

"Saya kira capaian ini tidak lepas atas peran dan jejaring kolaborasi sebagai wujud nyata komitmen di bidang tridarma yang Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan. Sebab, ilmu pengetahuan yang berdampak harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan membangun kemandirian bangsa," jelasnya.

Baca juga: Wacana Akses Udara Militer AS di Indonesia: Peluang Penguatan atau Ancaman Kedaulatan? Begini Kata Pakar UGM

Dalam periode wisuda kali ini, jumlah wisudawati tercatat lebih banyak dibandingkan wisudawan. Sebanyak 861 lulusan atau 52,56 persen adalah perempuan, sedangkan laki-laki berjumlah 777 orang (47,44 persen).

Mewakili Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Ketua Kagama Pekanbaru-Riau, Prof. Junaidi, menilai kelulusan ini menjadi awal perjalanan baru bagi para alumni.

"Keberhasilan menyelesaikan pendidikan bagi para wisudawan merupakan awal dari langkah besar yang akan ditempuh dalam mengabdi di masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan," ujarnya.

Ia juga mengajak para lulusan untuk aktif dalam jejaring alumni.

"Mari kita jadikan Kagama kekuatan sosial yang hadir di masyarakat untuk memberikan solusi dan menjadi bagian dari perubahan," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan wisudawan, Stanley Evander Emeltan Tjoa, lulusan Program Doktor Biologi, menyampaikan bahwa proses pendidikan yang dilalui penuh tantangan dan pembelajaran.

"Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama di UGM, mari melangkah penuh keyakinan, disiplin, serta kerendahan hati untuk menyambut peluang yang ada," pesannya.

Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik.

"Proses wisuda bukan akhir melainkan hanya gerbang untuk mengantar dunia yang lebih luas dengan tidak dibatasi ruang kelas," ujarnya.

Baca juga: Dikukuhkan Jadi Guru Besar Hari Ini, Dekan Faperta UGM Prof. Jaka Widada: "Stop Sekadar Beri Kimia, Saatnya 'Beri Makan' Kehidupan Tanah"

Diketahui, dari sisi akademik, rata-rata masa studi magister tercatat 2 tahun 1 bulan, dengan waktu tercepat 1 tahun 1 bulan. Rata-rata IPK lulusan S2 mencapai 3,75, dengan lebih dari separuhnya meraih predikat pujian.

Pada program doktor, rata-rata masa studi mencapai 4 tahun 10 bulan dengan IPK rata-rata 3,84. Sebanyak 27 lulusan doktor bahkan meraih IPK sempurna 4,00.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU