Rabu, 22 APRIL 2026 • 16:41 WIB

Asah Kemanusiaan dibalik Jeruji : Butet Kartaredjasa Ajak Para Seniman Sambangi Tahanan Polres Bantul, Melukis On The Spot Hingga Bagikan MBG

Author

Momen para seniman/budayawan Yogyakarta selesai melukis di tahanan Polres Bantul, pada Rabu (22/4/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Budayawan dan seniman senior kondang asal Yogyakarta Butet Kartaredjasa mengajak puluhan seniman lukis untuk mengunjungi ruang tahanan Polres Bantul pada Rabu (22/4/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Kunjungan ini dilakukan bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebagai upaya mengasah empati kemanusiaan melalui aksi melukis on the spot dan berbagi makanan bergizi kepada para tahanan.

Butet mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan bagi rekan-rekan seniman untuk "sinau" atau belajar merasakan penderitaan sesama manusia. Menurutnya, sensitivitas terhadap kemanusiaan adalah akar dari demokrasi yang kini dirasanya mulai luntur.

"Ini adalah saya ingin mengajak kawan-kawan seniman supaya sinau belajar ngerasakan rasanya yang lain. Kalau mereka saya ajak berkunjung ke dalam tahanan, itu akan ketemu sejumlah tahanan yang sedang apes nasibnya, apapun kasusnya," ujar Butet kepada wartawan dilokasi.

Ia pun menekankan bahwa seniman harus memiliki empati yang tajam. Menurutnya, ini merupakan prinsip dasar dari sebuah demokrasi yakni kepedulian, punya perhatian, dan punya empati kemanusiaan.

"Hari ini kita tahu semua bahwa rezim hari ini itu cenderungnya mengkhianati demokrasi. Tidak membelajarkan kepada khalayak tentang praktik-praktik berdemokrasi," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Butet juga membawa makan siang bergizi untuk sekitar 30 tahanan yang ada. Ia mengaku terketuk melihat keterbatasan dana makan bagi para tahanan.

"Saya bisa merasakan rasa-rasanya ini ya sengsoro. Makanannya seperti ini mesti dana ini yang terbatas dari polisi ini. Saya belikan makan dan buah, saya bawa ke sini supaya mereka bisa makan bergizi meskipun di penjara atau di tahanan. Bergizi yang sesungguhnya, bukan dari maling bergizi," tutur Butet.

Baca juga: Dialog Aksi Teatrikal Punokawan di Depan Istana Jogja, Cara Para Seniman Jogja Tolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

Baginya, momen melukis langsung di dalam sel adalah cara merekam peristiwa dan penderitaan orang lain secara nyata.

"Nek (Kalau) seniman tidak punya sensitivitas pada manusia dan kemanusiaan, itu namanya seniman blegedes (berandalan)," katanya.

Setidaknya, sebanyak 23 seniman terdaftar mengikuti kegiatan ini. Nantinya, hasil karya lukisan on the spot tersebut akan dikurasi dan dipamerkan di Galeri Le Gareca, sebuah ruang presentasi seni di dekat kawasan Madukismo, Kabupaten Bantul.

Salah satu karya seniman yang dilukis di Polres Bantul. (Olivia Rianjani)

Salah satu seniman yang ikut serta, Bambang Heras, mengaku terharu dengan pengalaman pertamanya melukis di balik jeruji besi. Ia menyebut melihat para tahanan yang didominasi kasus narkoba memberikan gejolak emosi tersendiri dalam karyanya.

"Sebenarnya itu objek yang amat sangat buat saya karena melihat teman-teman yang ada di dalam itu yang kurang beruntung menurut saya itu membangkitkan juga dan membangkitkan emosi, empati, juga perasaan yang luar biasa," ujar Bambang Heras.

Baca juga: Kisah Haru Vania, Pelajar SMP Asal Bantul Jadi Haji Termuda di DIY

Baginya, kegiatan ini juga menjadi pengingat pribadi agar lebih berhati-hati dalam menjalani hidup. Sebagaimana diketahuinya, rata - rata para tahanan di Polres Bantul tersebut yakni tindak pidana narkotika/narkoba.

"Apa yang terjadi itu betul-betul membuat warning buat saya supaya terus berhati-hati dalam kondisi apapun dan empati itu menghasilkan karya seperti ini dan moga-moga ini bisa menjadi karya yang benar karena ini karya orisinil ya. Jadi moga-moga ini semacam peringatan tersebut untuk terus menjadi baik," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU