JOGJA - Fenomena klitih atau kejahatan jalanan yang juga seringkali marak di Kabupaten Sleman menjadi perhatian serius sampai sekarang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Heru Saptono, ditengah - tengah pada hari ini 28 Oktober memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-96. Pasalnya, kebanyakan pelaku klitih tersebut yang berhasil ditangkap yakni pemuda/anak muda.
Heru menilai munculnya perilaku kriminal ini terkait dengan bonus demografi yang lebih cepat terjadi di Sleman dibanding daerah lain di Indonesia.
“Kalau tersedia lapangan usaha bagi penduduk usia kerja yang banyak, akan terjadi kemakmuran. Side efeknya, kalau lapangan kerja tidak mencukupi, kriminalitas juga tinggi. Itu sudah dirasakan di DIY maupun di Sleman,” ujar Heru kepada awak media di Lobby Setda Sleman, Senin (28/10/2025).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada 2045. Namun di Sleman, kata Heru, usia produktif penduduknya akan mencapai puncak lebih awal, yaitu sekitar tahun 2035. Fenomena ini menjadi salah satu faktor mengapa kasus klitih lebih banyak terjadi di Sleman dibanding kabupaten/kota lain.
"Dugaan saya, karena bonus demografi akan lebih cepat terjadi di Sleman, maka kita harus siap menggarap penduduk usia produktif untuk menciptakan lapangan kerja,” imbuhnya.
Baca juga: Pemkab Apresiasi Dua Pemuda Sleman Wakili DIY dalam Program Pertukaran Pemuda ke Kalimantan dan Bali
Untuk itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberdayaan generasi muda. Salah satunya melalui kerja sama dengan BPO untuk pelatihan digitalisasi pemasaran bagi pemuda dari keluarga miskin. Program ini melibatkan 30 peserta di Tempel, yang tidak hanya dilatih, tetapi juga didampingi serta diberi laptop untuk mendukung pemasaran produk secara daring.
"Harapannya, mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan paling tidak mandiri secara finansial. Pemuda yang tangguh harus minimal mandiri secara finansial," tuturnya.
Meski begitu, ia menyoroti prestasi olahraga pemuda di Sleman akhir - akhir ini, yakni diantaranya tim kontingen Sleman berhasil mempertahankan gelar juara umum Porda untuk keempat kalinya, sekaligus meraih juara Peparda. Prestasi ini tentunya mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, dengan harapan bonus hibah dapat segera diberikan.
"Harapannya, nanti bapak Bupati memberikan apresiasi pada tahun ini kepada mereka itu, berikan apresiasi sebelum keringatnya kering ya. Artinya kalau sudah lewat tahun kan sudah keringatnya sudah kering beberapa kali ya minimal di tahun ini," ucap Heru.
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa tantangan pemuda saat ini berbeda dengan masa lalu. Oleh karena itu, Dispora juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk menjangkau pemuda. Akun resmi Dispora di Instagram kini memiliki lebih dari 1.600 pengikut, sebagian besar adalah generasi muda yang dapat mengakses kegiatan pembinaan.
“Pemuda sekarang memiliki tantangan yang berbeda. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dan mendukung mereka,” pungkas Heru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung