Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2026 • 11:40 WIB

Tak Nyaman, Ortu Korban Daycare Little Aresha Minta Publik dan Media Blur Wajah Anak

Tak Nyaman, Ortu Korban Daycare Little Aresha Minta Publik dan Media Blur Wajah AnakPara orang tua korban daycare Little Aresha saat mendatangi kantor LPSK DIY di Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Orang tua korban tindak pidana kekerasan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta meminta masyarakat dan awak media untuk tidak mengekspos wajah anak-anak mereka secara vulgar. Hal ini disampaikan menyusul beredarnya potongan video penggerebekan yang memperlihatkan identitas visual para korban tanpa sensor.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan orang tua korban, Costian (33) dan Anto (33), usai mengadu ke Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY pada Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Pemkot Jogja Gratiskan Biaya Daycare 3 Bulan bagi Korban Skandal Little Aresha, Prioritaskan ABK

Costian menuturkan harapannya kepada publik memiliki empati untuk menyamarkan atau melakukan blur pada wajah anak-anak jika ingin mengunggah konten terkait kasus tersebut ke media sosial.

"Kami mohon dengan sangat mungkin kepada publik monggo, kalau mau mengupload silahkan akan tetapi jika ada wajah anak-anak disana kami mohon dengan sangat paling tidak mukanya diblur karena apa kasihan mereka anak-anak, kasihan kalau ada jejak digital mereka kita tidak tahu kedepannya akan ada apa tapi kami mohon bantuannya untuk seluruhnya," ujarnya.

Ia tidak menampik bahwa tersebarnya video yang menampilkan wajah anak-anak tanpa sensor telah menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pihak keluarga.

"Sedikit banyak tidak nyaman. Tapi ya tidak semua tapi sedikit banyak," ucapnya.

Dampak Psikologis Jangka Panjang

Senada, Anto mengungkapkan keberatannya jika anak-anak mereka menjadi konsumsi publik secara luas. Menurutnya, perlindungan identitas anak sangat krusial demi menjaga masa depan dan kesehatan mental mereka di kemudian hari.

"Ya kurang berkenan karena menjadi konsumsi publik tentunya kan anak-anak kami masih punya masa depan, dan ini akan terlihat mungkin di masa mendatang ketika anak kami dewasa," ujarnya.

Baca juga: LPSK Temukan Dampak Fatal Anak Korban Little Aresha, Orang Tua Tuntut Pelaku Dimiskinkan

Anto juga secara khusus meminta rekan-rekan media untuk tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dalam melakukan pemberitaan, terutama yang melibatkan anak di bawah umur sebagai korban.

"Harapan kami ya itu tadi mohon temen-temen media bisa lebih bijak dalam hal ini. Terima kasih sudah mengawal tapi mohon untuk lebih bijak dalam menampilkan foto-foto terutama anak-anak kami yang diposting di media, agar kami selaku orang tua juga anak-anak kami kedepannya juga tidak merasa terganggu dalam hasilnya secara psikis ya untuk kedepannya seperti itu harapan kami seperti itu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tak Nyaman, Ortu Korban Daycare Little Aresha Minta Publik dan Media Blur Wajah Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!