Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dugaan Kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kian meresahkan. Salah satunya di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta, dimana harga komoditas ini dilaporkan menyentuh angka Rp 22.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, stok kemasan satu liter juga dilaporkan menghilang dari peredaran sejak pasca-Lebaran 2026.
Menanggapi kondisi ini, Pemda DIY melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengklaim telah melakukan langkah intervensi. Dalam hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa upaya stabilisasi pasokan ke pasar-pasar tradisional sedang digencarkan untuk meredam gejolak harga.
"Dari Perindag itu sudah langsung suplai ke pasar-pasar termasuk kami dibantu oleh Kabupaten/Kota (TPID) juga sudah kemudian ngedropping Minyakita supaya tidak terjadi kelangkaan," ujar Ni Made saat ditemui di Kantor DPRD DIY, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Sekda DIY : Cabai disini Primadona Sampai ke Luar Daerah, Dorong Tanam di Pekarangan
Meski penggelontoran stok (dropping) terus dilakukan, Ni Made menjelaskan bahwa langkah ini tidak dilakukan secara serentak setiap hari. Pihaknya masih melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika di lapangan untuk menentukan kapan intervensi harus masuk.
"Tapi kan tidak bisa setiap hari dropping, kita akan lihat situasinya, kemudian mudah-mudahan bisa dikendalikan. Tapi pada prinsipnya ini kita terus memantau TPID/Tim Pengendali Inflasi Daerah, kami kerjasama juga dengan teman-teman semua di Kabupaten/Kota," jelasnya.
Pihaknya memastikan ketersediaan stok Minyakita untuk proses dropping ini aman berkat sinergi dengan Bulog. Namun, Ni Made tidak menampik adanya tantangan besar dalam hal pemerataan distribusi, terutama bagi pedagang-pedagang di unit pasar yang lebih kecil.
"Kita kerjasama dengan Bulog, bukan kita (stok sendiri)," tegas Ni Made.
Baca juga: Cetak Rekor, DIY Jadi Provinsi Pertama Serahkan LKPD 2025
Akan tetapi, ia mengakui bahwa memastikan Minyakita sampai ke tangan pedagang paling ujung di pasar-pasar kecil merupakan tantangan verifikasi yang sedang dihadapi saat ini.
"Kita tidak tahu, dalam artian ini harus benar-benar kita verifikasi juga karena sejauh ini seperti Kranggan kemarin kan masing-masing pasar di Kabupaten/Kota sudah di-dropping, tapi sampai kepada unit yang paling kecil pasar-pasar, ya mungkin tidak bisa semua merata sampai segitu. Itu mungkin kendalanya di situ," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung