UGM dan Kagama Siap Gelar UGM Trail Run 2025 di Kawasan Kaliurang, Targetkan 2.000 Pelari, Terbuka untuk Umum
JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama komunitas Kagama Lari Untuk Berbagi (KLUB) kembali menyelenggarakan ajang lari lintas alam UGM Trail Run (UGMTR) yang akan digelar pada 21–22 September 2025 di kawasan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). UGMTR ini mengusung tema RUN, EDU, CARE, event tahunan ini menargetkan partisipasi 2.000 pelari dari berbagai kategori.
Metua Panitia UGMTR 2025, Budi Susila, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi sejak pembukaan pendaftaran pada minggu ketiga April. Dengan sistem pendaftaran tahap awal elitebot, kata Budi, seluruh slot langsung habis dalam hitungan menit. Sesi reguler kemudian dibuka pada Mei dan hingga akhir Juni sudah tercatat lebih dari 1.000 pelari terdaftar.
“Kami sangat bersyukur atas antusiasme peserta. Target kami adalah 2.000 pelari dan kami optimistis bisa mencapainya dalam dua bulan ke depan,” ujar Budi kepada wartawan, pada Sabtu (5/7/2025).
UGMTR 2025 menawarkan beragam kategori yang ramah bagi pelari pemula hingga profesional. Kategori 7K dibuka khusus bagi pelari pemula yang ingin mencoba trail run, sementara pelari berpengalaman dapat mengikuti kategori 15K, 30K, hingga 50K yang telah memenuhi standar internasional dan memberikan poin UTMB bagi pelari yang berhasil menyelesaikan lomba.
Budi menambahkan, ajang ini juga membuka kategori master bagi pelari berusia di atas 50 tahun sebagai bentuk apresiasi. Hadiah menarik disiapkan bagi pelari tercepat di masing-masing kategori.
"Jadi semua kategori pelari itu akan dimanjakan dengan pemandangan alam khas pegunungan sembari berinteraksi langsung dengan lingkungan," tuturnya.
Sementara dari sisi teknis dan keselamatan, panitia menggandeng Riseorganizer, yakni penyelenggara profesional yang memiliki rekam jejak baik tanpa kecelakaan dalam event sebelumnya.
Selain itu, panitia juga berkoordinasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI/ALTI) untuk memastikan lomba ini digelar sesuai regulasi resmi olahraga lari di Indonesia.
"Kami memastikan setiap titik marshal siap memantau kenyamanan dan keselamatan pelari. Bila ditemukan peserta dalam kondisi tidak fit, akan kami hentikan secara tegas demi keselamatan mereka,” tegas Budi.
Kemudian sebagai langkah mitigasi, panitia mewajibkan peserta mengisi riwayat kesehatan saat pendaftaran. Fitur sweeper dan pressure runner juga diterapkan untuk memastikan tidak ada pelari yang tertinggal di rute.
"Kalau sweeper ini belum dilewati berarti mereka belum menyelesaikan ini. Jadi sweeper terakhir di trail run ini penting. Khusus event ini memang kita jadikan salah satu harus ada prasser sweeper. Tanda banyak dibelakang pelari sudah tidak ada," pungkas Budi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM, Arie Sudjito, menegaskan bahwa UGMTR telah menjadi kalender tahunan UGM dan Kagama.
Sehingga, ia pun menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan UGMTR 2025 serta menekankan pentingnya keselamatan dan edukasi.
"Yang utama adalah keselamatan. Kita ingin semua peserta berangkat sehat, pulang sehat, sambil tetap menikmati hobi dan menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang membahagiakan,” kata Arie.
Sosiolog UGM itu juga menekankan pentingnya kampanye kesehatan melalui media sosial dan kanal komunikasi lainnya untuk mengedukasi peserta mengenai kesiapan fisik dan mental sebelum mengikuti lomba.
"(Sosialisasi) itu memang sudah ada standar, tapi kita tidak cukup banyak membuat penilaian - penilaian yang sebanyak prasyarat, tapi kita juga akan sosialisasikan termasuk lewat campaign untuk memastikan agar hal kesehatan kita selalu percayalah bahwa itu hal yang konkrit. Karena pengalaman yang tadi diceritakan itu (banyak pelari meninggal dunia) bisa menjadi pelajaran buat kita bahwa kadang - kadang orang itu ngotot, nekat itu. Dan itu saya kira kita harus antisipasi," tegas Arie.
Kendati demikian, pihaknya telah mempercayakan penyelenggara terkait jaminan keamanan dan kesehatan terhadap para peserta.
"Dan kami percaya apa yang telah dikerjakan setelah ini. Kemarin waktu rapat kami juga cek, soal perizinan, soal kesiapan dari sisi safety. Lalu kemudian, prasyarat - prasyarat semuanya termasuk kerjasama dengan pihak - pihak atau yang bermitra dengan yang lain. Mereka bilang oke dan saya kira saya percaya ini akan bisa berjalan dan baik. Karena lari sekali lagi punya harapan, apalagi ini sudah menjadi kalender, saya yakin percaya saja teman - teman panitia," pungkas Arie.
UGMTR 2025 akan menyuguhkan rute yang indah sekaligus menantang di lereng selatan Gunung Merapi, melintasi area seperti Kaliurang, Kalikuning, Bukit Turgo, dan Bukit Klangon.
Pendaftaran UGMTR 2025 dibuka hingga 20 Agustus 2025 melalui situs resmi www.ugmtrailrun.com dan akun Instagram @ugm.trailrun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung