JOGJA - Antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta wisata tujuan Yogyakarta meningkat tajam selama periode libur Lebaran tahun ini. PT KAI Wisata mencatat pertumbuhan signifikan baik dari jumlah perjalanan maupun tingkat okupansi kereta dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Komersial PT KAI Wisata, Hetty Herawati, menyatakan bahwa tren kenaikan permintaan ini sudah terlihat sejak awal masa angkutan Lebaran.
"Di musim liburan Lebaran tahun ini, animo masyarakat untuk menggunakan kereta wisata cukup besar. Kami melihat lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Hetty kepada wartawan di Stasiun Yogyakarta, Senin (23/3/2026).
Ia mengungkapkan hingga hari ke‑10 masa angkutan Lebaran, volume penumpang kereta wisata dilaporkan meningkat lebih dari 60 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Kalau dibandingkan tahun lalu sampai hari ke‑10 Lebaran ini sudah ada peningkatan di atas 60 persen," katanya.
Secara kumulatif, lanjut Hetty, jumlah penumpang kereta wisata pada 2026 telah mencapai 14.660 orang, atau 125 persen dari target awal.
Hetty menilai perubahan tren perjalanan masyarakat menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ini. Tidak lagi semata untuk transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman liburan.
"Perjalanan kereta itu sendiri sekarang menjadi sebuah destinasi yang dinikmati. Jadi bukan hanya untuk dilewati, tapi untuk mendapatkan pengalaman. Juga kita di dalamnya juga punya series of facility, ada free flow makanan dan minuman yang ada di kursi kereta prioritas. Itu tentu value‑value itu menarik ya buat pelanggan. Itu yang pertama," jelasnya.
Baca juga: Jangan Ketinggalan! Sambut Lebaran 2026, KAI Wisata Sediakan 30.712 Kursi Kereta Premium
Untuk lebih meningkatkan kenyamanan penumpang, PT KAI Wisata menghadirkan sejumlah layanan terintegrasi mulai dari pemesanan tiket digital, layanan e‑porter, hingga fasilitas premium di Stasiun Tugu Yogyakarta. Fasilitas tersebut antara lain shower, restroom premium, serta hotel transit bagi penumpang yang membutuhkan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
"Penumpang bisa memesan e‑porter melalui aplikasi KAI Access, sehingga saat tiba sudah langsung dibantu porter profesional. Kami juga menyediakan shower dan restroom premium agar penumpang bisa langsung bersih‑bersih sebelum beraktivitas," ujar Hetty.
Serta, tahun ini terdapat inovasi terbaru berupa Heritage Shuttle, layanan yang menghubungkan rute‑rute wisata berbasis heritage seperti Lawang Sewu dan Ambarawa, yang terintegrasi dengan tiket kereta wisata.
"Kami ingin memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman wisata yang utuh, mulai dari transportasi hingga destinasi. Semua terintegrasi dalam satu sistem," tutur Hetty.
Potret kereta wisata Panoramic di Stasiun Yogyakarta (Tugu). (Olivia Rianjani)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung