JOGJA - Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Program Gratis (SPPG) di Kota Yogyakarta terkena sanksi suspensi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Akibatnya, operasional sembilan SPPG tersebut terpaksa dihentikan sementara waktu, yang berimplikasi pada terhentinya penyaluran menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Hilmi Arifin, membenarkan adanya kebijakan penutupan sementara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penghentian kegiatan operasional ini sudah berlangsung sejak akhir Mei 2026.
"Informasi yang kami terima, di Kota Yogyakarta ada sembilan SPPG yang disuspend. Menurut info dari BGN, surat suspend itu mulai 25 Mei 2026. Meski begitu, kemarin diinfokan ada satu SPPG yang sudah diaktifkan kembali, jadi tinggal delapan SPPG yang belum beroperasi kembali," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Hilmi mengungkapkan bahwa alasan utama di balik pembekuan sementara ini adalah masalah Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang ada di tiap fasilitas SPPG. Saluran pembuangan limbah di sembilan titik tersebut dinilai belum memenuhi regulasi dan standar teknis yang ditetapkan oleh BGN.
"Semuanya karena IPAL. Kalau informasinya (IPAL) memang perlu perbaikan atau belum memenuhi syarat teknis seperti yang diisyaratkan BGN," katanya.
Pihak pemkot menjelaskan, suspensi ini bersifat sementara. SPPG yang telah merampungkan perbaikan fasilitas pembuangan limbahnya dapat segera mengajukan izin operasional kembali ke BGN.
Mekanismenya, kata Hilmi, SPPG terkait wajib mengirimkan surat permohonan resmi kepada BGN. Setelah itu, tim dari BGN akan turun langsung untuk melakukan evaluasi serta verifikasi ulang guna memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.
"Jika dinyatakan lolos standar, BGN akan menerbitkan surat persetujuan operasional agar distribusi menu MBG ke sekolah-sekolah bisa berjalan normal lagi," jelasnya.
Salah satu dampak dari pembekuan operasional ini dirasakan langsung oleh SMP Stella Duce 2 Yogyakarta. Sekolah yang biasanya mendapatkan pasokan makanan dari SPPG Kemantren Mantrijeron ini mengaku sudah beberapa hari terakhir tidak menerima distribusi menu MBG.
Kepala Sekolah SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, R. V. Banu Hastha Kunjana, mengatakan bahwa sekolahnya merupakan salah satu penerima awal program MBG sejak Mei 2025 lalu. Namun, pasokan makanan mulai mandek tepat sehari menjelang perayaan Iduladha 2026.
"Terakhir kami menerima menu MBG pada 26 Mei 2026, itu sehari sebelum Idul Kurban. Lalu, pada 28 Mei 2026 kami mendapatkan informasi dari SPPG bahwa ada penghentian (distribusi MBG) karena pemeriksaan IPAL. Sejak hari itu sampai sekarang 11 Juni 2026, kami belum menerima lagi MBG dari SPPG itu," ungkap Banu.
Hingga saat ini, pihak sekolah belum mendapatkan kepastian mengenai jadwal resmi kapan program makanan gratis tersebut akan kembali digulirkan. Meski begitu, Banu memastikan bahwa absennya menu MBG tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).
Menurutnya, faktor momentum ujian semester yang sedang berlangsung membuat para siswa tetap bisa mengantisipasi kebutuhan konsumsi mereka secara mandiri.
"Kalau melihat jadwal yang ada, pada Minggu depan anak-anak sudah menerima rapor. Jadi kalau sampai akhir tahun pembelajaran tidak ada MBG, saya kira tidak akan menganggu. Mungkin di tahun pembelajaran berikutnya, program MBG itu bisa dibagikan lagi," jelasnya.
Menatap evaluasi program ke depan, Banu menilai performa kualitas gizi dari menu MBG yang selama ini menyasar 293 siswanya sudah dalam kategori sangat baik. Paket makanan yang datang berkala lima kali seminggu pada pukul 08.30 WIB itu rutin menyajikan kombinasi karbohidrat (nasi dan ubi), sayuran, serta lauk pauk protein seperti tempe, ayam, maupun daging. Terkait jam pembagian makan siang siswa yang biasa dilakukan saat istirahat pukul 09.05 hingga 09.20 WIB.
"Dari segi kualitas sejauh ini tidak ada masalah. Hanya secara rasa mungkin belum memenuhi selera seluruh anak. Total ada 293 siswa yang menerima MBG," pungkas Banu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung