Jumat, 22 MEI 2026 • 12:50 WIB

Penghematan, Sultan HB X Ungkap Garebeg Besar Ini Hanya digelar Internal Keraton

Author

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. (Istimewa)

JOGJA - Penyelenggaraan upacara adat Garebeg Besar di Keraton Yogyakarta tahun ini dipastikan berlangsung lebih sederhana. Seluruh rangkaian prosesi yang akan digelar pada Rabu 27 Mei 2026 mendatang dipusatkan di internal Keraton tanpa arak-arakan gunungan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Hamengku Buwono (HB) X, mengatakan penyederhanaan prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghematan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang juga diterapkan pemerintah pusat maupun daerah.

"Ya penghematan aja, kabeh (semua) kan penghematan ya kan. Ya kita juga menghemat lah prinsipnya kan gitu," ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Sultan HB X Geram Kasus Kekerasan di Daycare Ilegal: "Mereka Kok Tega Begitu?"

Menurut Sultan, biaya terbesar dalam tradisi Garebeg selama ini berasal dari pelaksanaan kirab luar ruangan dan mobilisasi logistik yang melibatkan banyak personel. Karena itu, penyesuaian pada bagian tersebut dinilai paling realistis dilakukan saat ini.

"Ya kita lihat yang pemerintah APBN ya penghematan, daerah ya penghematan. Karena biaya yang terbesar itu kan di situ. Kalau (biaya) kecil terus penghematan kan ndak logis. Itu aja," katanya.

Meski tanpa arak-arakan gunungan pada Garebeg Besar tahun ini, Sultan menyebut kemungkinan keterlibatan prajurit Keraton masih terbuka pada agenda budaya lainnya, termasuk Sekaten.

"Tapi kalau sekaten kemungkinan prajurit kan tetap ngawal misalnya gitu, tapi pada waktu acara gunungan nggak ada. Penghematan aja," ungkapnya.

Baca juga: Tragedi Dua Geng Sekolah Tewaskan Seorang Pelajar di Kridosono, Sultan HB X Minta Aparat Usut Tuntas :"Jangan Sampai Keliru!"

Kendati demikian, Sri Sultan juga memastikan format sederhana tersebut belum tentu diterapkan secara permanen pada pelaksanaan Garebeg berikutnya. Keraton, kata dia, masih akan melihat perkembangan kondisi ekonomi ke depan sebelum menentukan kebijakan lanjutan.

"Saya nggak bisa menentukan nanti kita lihat perkembangan kalau memang apa keadaan ekonominya lebih baik ya dimunculkan lagi kita kan belum tahu," pungkas Sultan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU