Semarak Kirab Trunajana yang digelar oleh Keraton Yogyakarta, Rabu (21/10/2025). (Istimewa)
JOGJA - Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Yogyakarta, yang didukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, kembali menggelar Kirab Trunajaya untuk kedua kalinya dengan suguhan berbeda, pada Rabu (22/10). Kali ini, dua kereta bersejarah milik Keraton Yogyakarta ikut meramaikan acara, yaitu kereta lodoner Surabaya dan kereta premili.
Kirab dimulai dari halaman Gedung DPRD DIY, selanjutnya melintasi Jalan Malioboro hingga berakhir di Pagelaran Keraton Yogyakarta.
Abdi Dalem Kridhamardawa bidang kesenian Keraton, MB Renggowaditro, menjelaskan bahwa kedua kereta tersebut memiliki makna khusus.
"Kereta londoner berada di depan barisan abdi dalem dan sentana dalem, sedangkan kereta premili menjadi penutup kirab. Kereta ini terakhir keluar sekitar 12-13 tahun yang lalu dan kami pilih karena masih sejalan dengan cerita Beksan Trunajaya,” ujarnya ditemui usai acara.
Baca juga: KAI Daop 6 Yogya Hadiri FGD Penyelesaian Sengketa Aset Negara Secara Damai Bersama Komnas HAM
Semarak Kirab Trunajaya melintas di Malioboro, Rabu (22/10/2025). (Olivia Rianjani)
Kereta londoner tersebut dinaiki oleh bupati atau Tumenggung dari beksan yang menjadi komandannya. Sedangkan kereta premili digunakan oleh para penari dan pelatih tari. Hal ini menambah keistimewaan kirab yang tahun ini juga mengalami peningkatan jumlah peserta.
"Kalau tahun lalu, jumlah paraga Keraton sekitar 50-an orang, kini meningkat menjadi 80-an. Yang lebih membahagiakan, kirab kali ini berkolaborasi dengan prajurit masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di DIY, sehingga total peserta mencapai sekitar 300 orang," terang MB Renggowaditro.
Baca juga: Atasi Masalah Sampah, Ponpes di Kota Yogya Implementasikan Program "Mas JOS"
Abdi Dalem Radyakartiyasa, bidang wisata Keraton Yogyakarta, turut menambahkan bahwa Kirab Trunajaya kali ini digelar dalam rangka peringatan Tingalan Dalem Taun Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta.
"Tingalan Dalem Taun adalah hari ulang tahun kelahiran Sultan menurut kalender Jawa, berbeda dengan tahun lalu yang merupakan peringatan naik tahta,” jelasnya.
Salah satu penonton, Widya (27) dari Salatiga, mengaku tak menyangka bisa menyaksikan kirab saat berlibur.
"Saya dan teman-teman hanya ingin menikmati suasana Malioboro sore ini. Tiba-tiba kami beruntung bisa menonton Kirab Trunajaya yang sangat menarik,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis