Tragedi Dua Geng Sekolah Tewaskan Seorang Pelajar di Kridosono, Sultan HB X Minta Aparat Usut Tuntas :"Jangan Sampai Keliru!"
JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, meminta pengungkapan kasus bentrok antargeng pelajar yang menewaskan seorang siswa di kawasan Kridosono, Kota Yogyakarta, dilakukan secara menyeluruh.
Beliau menegaskan, hingga kini pemerintah belum dapat menyimpulkan secara pasti akar persoalan yang memicu insiden berdarah tersebut. Karena itu, proses identifikasi disebut masih terus dilakukan secara mendalam dengan melibatkan aparat kepolisian serta lingkungan masyarakat sekitar.
"Sekarang kan kita sedang melakukan identifikasi. Karena selama ini kenapa ada lagi, kita belum tahu persis kondisi ekonominya atau memang kenakalan biasa. Kita sedang mencoba identifikasi," ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (21/5/2026).
Menurut Sultan, berbagai kemungkinan penyebab masih didalami, termasuk apakah peristiwa tersebut murni kenakalan remaja, pengaruh senioritas, atau faktor lingkungan sosial lainnya.
Beliau pun mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil investigasi lengkap diperoleh.
"Kita belum tahu semua itu. Jangan sampai keliru. Tim itu sudah bekerja mencoba mengidentifikasi, tidak sekadar dengan polisi, tapi juga dengan lingkungan masyarakat yang sebetulnya terjadi, tetap kenakalan biasa atau seniornya. Kita belum tahu," katanya.
Baca juga: Tragedi Pembacokan Kridosono Jogja : Tiga Pria Ditangkap di Cilacap, Tiga Lainnya Buron
Saat ditanya mengenai imbauan kepada masyarakat terkait maraknya geng pelajar, Sri Sultan mengaku belum ingin memberikan pernyataan lebih jauh sebelum memperoleh gambaran utuh dari hasil penyelidikan di lapangan.
"Saya belum bisa tahu persis. Sementara saya dengan keadaan realnya beda kan nanti, enggak nyaman. Motifnya juga belum ada report dari tim," tandas Ngarsa Dalem.
Sebelumnya, Polresta Yogyakarta berhasil menangkap tiga pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar berinisial AA (17) di kawasan Kridosono, Kota Yogyakarta.
Ketiga pelaku ditangkap saat bersembunyi di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 20 Mei 2026 dini hari.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan penangkapan dilakukan oleh tim Satreskrim Polresta Yogyakarta bersama jajaran Polda DIY setelah melakukan pengejaran intensif.
"Untuk pelaku pembacokan yang di Kridosono, tadi subuh Satreskrim beserta jajaran bergabung juga dengan Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap, satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa," ungkap Pandia, Rabu 20 Mei 2026.
Adapun tiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial LA, AF, dan MY. Satu di antaranya masih berstatus pelajar SMK, sementara dua lainnya diketahui sudah lulus sekolah.
Diketahui, polisi hingga kini masih memburu tiga pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam aksi pembacokan tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan maut itu diduga dipicu konflik antargeng sekolah. Para pelaku disebut berasal dari geng Voster, sedangkan korban merupakan anggota geng Trah gendeng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung