Rabu, 20 MEI 2026 • 19:15 WIB

Tragedi Pembacokan Kridosono Jogja : Tiga Pria Ditangkap di Cilacap, Tiga Lainnya Buron

Author

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Eva Guna Pandia. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta bersama Polda DIY berhasil mengamankan tiga pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar berusia 17 tahu tepatnya di depan SMAN 3 Yogyakarta, kawasan Kridosono, pada dini hari. Ketiga pelaku yang merupakan anggota geng sekolah tersebut diringkus di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, setelah sempat melarikan diri.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Eva Guna Pandia, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan pada subuh hari melalui operasi gabungan.

"Untuk pelaku pembacokan yang di Kridosono, tadi subuh tadi Satreskrim beserta jajaran bergabung juga dengan Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap," ujarnya di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Seorang Pelajar Tewas dibacok di Depan SMAN 3 Jogja, Polisi : "Bukan Klitih, Satu Rekan Pelaku diamankan"

Dari tiga pelaku yang ditangkap, satu di antaranya masih berstatus sebagai pelajar aktif, sementara dua lainnya merupakan orang dewasa atau alumni. Inisial ketiga pelaku tersebut, yakni LA, AF, dan MY.

"Perannya ketiga pelaku fighter," katanya.

Lebih lanjut, Pandia mengungkapkan bahwa motif di balik penganiayaan brutal ini berakar dari perseteruan antar geng sekolah. Pelaku diketahui berasal dari geng bernama 'Voster', sementara korban merupakan anggota dari geng 'Tragendeng'.

"Memang ini pelakunya juga geng Poster terus korbannya juga dari geng Tragendeng. Jadi tiga pelaku (lainnya) masih kita kejar," bebernya.

Terkait status pendidikan para pelaku, Kapolresta mengonfirmasi bahwa mereka pernah mengenyam pendidikan di sekolah yang sama. AF diketahui masih berstatus sebagai siswa SMK, sedangkan MY dan LA adalah alumni dari almamater yang sama.

"Yang masih sekolah itu AF anak SMK. Terus MY sama LA satu almamater sudah lulus," katanya.

Terkait alasan para pelaku melarikan diri ke Cilacap yang polanya serupa dengan kasus kekerasan di Bantul yang mana dalam kejadiannya menelindas korban dengan motor sampai tewas.

"Tersangkanya kabur kesana. Benar sama dengan kasus di Bantul. Jadi masih kita dalami nanti tentunya kenapa mereka lari ke Cilacap. Nanti kita akan rilis secara lebih jelas lagi," ungkapnya.

Mengenai siapa eksekutor utama atau pelaku yang melakukan pembacokan langsung di lapangan, Pandia menyatakan hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan intensif.

"Ya nanti kita rilis bersama, ini masih didalami," ucapnya.

Hingga saat ini, polisi masih memburu tiga pelaku lain yang masih buron dari total enam orang yang diduga terlibat. Sehingga, pihaknya memberikan peringatan keras dan mengimbau pihak keluarga agar kooperatif.

"Kami mengimbau orang tuanya agar segera menyerahkan putranya karena negara kita adalah negara hukum, segala perbuatan yang melanggar hukuman apalagi menghilangkan nyawa orang, ya maka akan kita proses sesuai aturan berlaku tentunya. Dari 6 orang itu 3 masih masih diburu," pungkas Pandia.

Baca juga: Seorang Pelajar Tewas dibacok di Depan SMAN 3 Jogja, Polisi : "Bukan Klitih, Satu Rekan Pelaku diamankan"

Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan jalanan memakan korban jiwa di Kota Yogyakarta pada Minggu (17/5) dini hari. Pihak Polresta Yogyakarta menegaskan bahwa insiden berdarah yang menewaskan seorang pelajar berusia 17 tahun ini bukanlah aksi klitih atau penyerangan acak, melainkan murni dipicu oleh aksi saling tantang antara dua geng sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU